Jeff Bezos Bagikan Bonus Rp7 Triliun, Ini Wujud Rasa Terima Kasih ke Karyawan

Dian Ayu Anggraini, Jurnalis · Sabtu 28 November 2020 08:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 28 455 2317790 jeff-bezos-bagikan-bonus-rp7-triliun-ini-wujud-rasa-terima-kasih-ke-karyawan-WpdfYT7zuJ.jpg Jeff Bezos Bagikan Bonus Rp7 Triliun (Foto: Okezone.com/CNBC)

JAKARTA - Jeff Bezos akan membagikan bonus kepada karyawan Amazon sebesar USD500 juta atau setara Rp7 triliun untuk perayaan Natal. Bonus ini diberikan karena perusahaan milik Amazon mendapat berkah dari pandemi Covid-19.

Sebab selama pandemi covid-19 membuat aktivitas belanja online meningkat drastis, salah satunya situs belanja online terbesar di Amerika Serikat, Amazon ikut mendapatkan lonjakan penjualan online.

Dilansir dari BBC Jakarta, Sabtu (28/11/20), setelah mendapatkan kelonjakan penjualan selama pandemi, Amazon membagikan bonus natal kepada para stafnya. Tak tanggung-tanggung totalnya mencapai lebih dari ratusan juta dolar.

Baca Juga: Masa Kecil Jeff Bezos, dari Ditinggal Ayah Kandung hingga Punya Kakek yang Inspiratif 

Pekerja gudang penuh waktu di Inggris dan AS akan menerima bonus USD300 dan USD150 untuk staf paruh waktu. Total bonus untuk staf yang bekerja pada 1-31 Desember mencapai USD500 juta atau setara dengan Rp7 triliun (kurs Rp14.074 per USD).

Jeff Bezos, pemilik Amazon sekaligus orang terkaya di dunia ini, memberikan bonus sebagai bentuk apresiasi kepada staf yang telah melayani pelanggan dengan baik selama pandemi.

 Jeff Bezos

Senior vice president of Amazon Worldwide Operations Dave Clark juga ikut berterima kasih kepada staff yang berperan penting dalam melayani pelanggan.

"Saya berterima kasih kepada tim kami yang terus memainkan peran penting dalam melayani komunitas mereka,” tulisnya dalam sebuah postingan blog.

"Saat kami memasuki puncak musim liburan, kami ingin membagikan penghargaan kami melalui bonus penghargaan khusus lainnya, dengan total lebih dari USD500 juta untuk karyawan lini depan kami,” lanjutnya.

Selama pandemi, Amazon diketahui telah melakukan pengawasan ketat untuk praktik kerja di gudang. Baru-baru ini seorang aktivis buruh di Amerika Serikat meminta perusahaan besar seperti Amazon dan Walmart untuk melindungi banyak bekerja berkaitan dengan kasus covid-19 yang terus melonjak.

Sebelumnya, pekerja Amazon telah menyuarakan keprihatinan tentang kondisi kerja mereka di Eropa dan AS. Mereka mengaku hampir tidak mungkin untuk mempraktikkan social distancing atau menjaga jarak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini