Tinggal Sebulan Lagi, Anggaran Covid-19 Belum Habis

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 30 November 2020 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 320 2318952 tinggal-sebulan-lagi-anggaran-covid-19-belum-habis-r0W2J7tR7C.jpg Covid-19 (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Keuangan melaporkan realisasi anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) terkini akibat pandemi covid-19.

Sampai dengan 25 November, realisasi anggaran PEN sudah mencapai Rp431,54 triliun atau 62,1% dari pagu anggaran sebesar Rp695 triliun.

Ada kenaikan dalam hal realisasi anggaran PEN jika dibandingkan dengan posisi 4 November lalu. Di mana ketika itu, realisasi anggaran baru 54,1% atau setara Rp276,17 triliun.

"Saat ini dari program pemulihan ekonomi nasional dan penanganan covid sebesar Rp695 triliun, Rp431 triliun sudah terealisasi," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers virtual, Senin (30/11/2020).

Baca Juga: Naik, Realisasi Anggaran PEN Capai Rp423 Triliun

Secara rinci Sri Mulyani memaparkan untuk realisasi anggaran untuk sektor kesehatan sudah mencapai Rp40,32 triliun. Angka tersebut sekitar 41,2% dari pagu anggaran yang sebesar Rp97,90 triliun.

"Apabila ada bidang kesehatan yang masih belum terserap maka dia akan dilakukan pencadangan untuk pembiayaan vaksin kita," ucapnya.

Sementara itu, untuk realisasi anggaran PEN untuk perlindungan sosial sudah Rp207 triliun. Angka tersebut sudah mencapai 88,9% dari pagu anggaran sebesar Rp233,69 triliun.

"Sampai Desember kemungkinan akan bisa terealisasi karena memang masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan yang diidentifikasi datanya akan mendapatkan bantuan dari pemerintah tersebut," jelasnya.

Sementara untuk bantuan kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) realisasinya sudah mencapai Rp98,76 triliun dari pagu anggaran Rp115,82 triliun. Selanjutnya, realisasi anggaran PEN untuk insentif usaha sudah mencapai Rp120,6 triliun dari pagu anggaran Rp120,6 triliun.

"Ini terutama untuk membantu masyarakat yang kehilangan pekerjaan juga. Karena berbagai program seperti padat karya, insentif di bidang perumahan dan juga insentif di bidang pariwisata yang mengalami tekanan yang cukup besar," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini