Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Inflasi November 0,28%, Andil Terbesar dari Makanan hingga Tembakau

Rina Anggraeni , Jurnalis-Selasa, 01 Desember 2020 |12:45 WIB
Inflasi November 0,28%, Andil Terbesar dari Makanan hingga Tembakau
Beras (okezone)
A
A
A

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks harga konsumen selama November 2020 mencatatkan inflasi sebesar 0,28% dibandingkan bulan sebelumnya (mtm) dan inflasi 1,59% dibandingkan tahun sebelumnya (yoy).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,86% dan andilnya terhadap inflasi umum sebesar 0,22%.

 Baca juga: BPS Catat Inflasi November 0,28%

"Komoditas makanan andilnya adalah daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, dan bawang merah," ujar Setianto di Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Kata dia, transportasi mengalami inflasi 0,30% dan andilnya 0,04% ke inflasi selama bulan lalu. Penyedia makanan dan minuman atau restoran mengalami inflasi 0,11% dan andilnya 0,01%.

 Baca juga: Inflasi November 2020 0,12%, BI Ungkap Ayam hingga Minyak Goreng Jadi Pendorongnya

Sementara kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga mengalami deflasi 0,04% dan andilnya ke deflasi sebesar 0,01%.

"Serta perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi 0,23% dan andilnya 0,01%," bebernya.

Secara keseluruhan, inflasi selama bulan lalu lebih disebabkan oleh komponen bergejolak, yang mencatatkan inflasi 1,31% dan andilnya sebesar 0,21% .

Sementara inflasi inti mengalami inflasi 0,06% dan andilnya 0,04% . Harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi 0,16% dan andilnya 0,03% ke inflasi selama November 2020.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement