Indonesia Wajib Punya Vaksin Covid-19 Sendiri, Ini Kata Menteri Inovasi

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 03 Desember 2020 18:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 320 2321184 indonesia-wajib-punya-vaksin-covid-19-sendiri-ini-kata-menteri-inovasi-fRk77zwdNI.jpg Pentingnya Indonesia Memiliki Kemandirian Vaksin Corona. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro menyebut pentingnya kemandirian vaksin Covid-19 buatan dalam negeri. Hal ini dibuktikan dengan dukungan yang diberikan pemerintah terhadap enam tim pengembangan bibit vaksin merah putih.

"Kita memang harus mempunyai kemandirian vaksin dan karena itulah kami memberi dukungan kepada enam tim, dimana dengan Kepmen tersebut maka institusi atau tim akan mendapatkan dukungan anggaran, baik anggaran penelitian maupun anggaran untuk uji klinis ke manusia," ujar Bambang dalam video conference, Kamis (3/12/2020).

Baca Juga: Kembangkan Vaksin Merah Putih, Anggaran Rp300 Miliar Disiapkan

Mantan Kepala Bappenas ini menambahkan, pemerintah akan memberikan berbagai dukungan mulai dari kebutuhan peralatan atau material yang dibutuhkan dalam penelitian vaksin, baik yang dilakukan oleh masing-masing institusi maupun pada pusat pengembangan vaksin nasional yang sedang diselesaikan di kompleks Puspitek Serpong.

"Yang kita harapkan menjadi semacam pusat pengembangan vaksin untuk berbagai macam platform yang saat ini sudah ada dalam teknologi pengembangan vaksin," kata dia.

Baca Juga: 3 Negara Siap Vaksinasi Covid-19 pada Desember, Indonesia Termasuk?

Selain itu, pemerintah juga akan memasangkan masing-masing tim dengan industri vaksin untuk melakukan hilirisasi dan produksi.

"Tentunya industri-industri ini akan dikoordinasikan oleh Biofarma tetapi tentunya kita melibatkan juga perusahaan swasta untuk bekerja sama dengan Biofarma dan melakukan hilirisasi dari bibit vaksin yang di kembangkan oleh keenam institusi," ucapnya.

Sementara itu, pemerintah menyiapkan Rp300 miliar untuk mendukung pengembangan Vaksin Merah Putih pada 2021. Dana tersebut diperlukan untuk mendukung pengembangan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri.

"Kalau memang masih ada kekurangan tentunya kami akan mengajukan penambahan. Tapi paling tidak kita siapkan dulu Rp300 miliar untuk memastikan tahapan lab sampai uji klinis bisa berjalan dengan lancar,” ujar Bambang Brodjonegoro.

Bambang menambahkan, target dari pengembangan Vaksin Merah Putih saat ini terus dilakukan oleh enam tim pengembang. Diharapkan dapat segera melahirkan bibit vaksin Covid-19 yang nantinya siap untuk masuk ke industri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini