Diduga Terlibat Kasus Ekspor Benih Lobster, Hashim Djojohadikusumo: Ada Unsur Politik

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 04 Desember 2020 16:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 320 2321784 diduga-terlibat-kasus-ekspor-benih-lobster-hashim-djojohadikusumo-ada-unsur-politik-NaSXL9DaMh.jpg Lobster (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo tersandung kasus korupsi ekspor benih lobster. Edhy diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu setelah pulang dari Amerika Serikat di Bandara Soekarno Hatta.

Namun ternyata jauh sebelum kasus tersebut, sempat ada anggapan praktik kronisme terkait ekspor benih lobster. Mengingat, dari beberapa perusahaan yang ditunjuk sebagai eksportir, ada salah satu perusahaan milik kader Gerindra dan yang berafiliasi dengannya.

Baca Juga: Hashim: Keluarga Kami Termasuk Prabowo Tak Ada Kaitannya dengan PT ACK di Kasus Ekspor Benur

Salah satunya adalah eskportir PT Bima Sakti Mutiara. Pada posisi jajaran Dewan Komisaris perusahaan tersebut ada nama adik dari Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yakni Hashim Djojohadikusumo.

Perusahaan ini juga menempatkan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo sebagai Direktur Utama. Rahayu merupakan putri dari Hashim atau keponakan dari Prabowo Subianto.

Dengan adanya hal itu, Hashim Djojohadikusumo menduga kasus ini ada motivasi politik tertentu, untuk menjatuhkan nama keluarganya.

"Kami sudah lama berbisnis, tidak pernah kami curang apalagi korupsi, apalagi melanggar peraturan-peraturan yang berlaku. Ini yang mau saya sampaikan," ujar dia dalam konfrensi pers Jakarta Utara, Jumat (4/12/2020).

Pihaknya juga berniat untuk budidaya lobster, teripang, kepiting, guna menjadikan Indonesia super power. "Kami tidak mau negara lain seperti Vietnam menjadi pesaing kita. Dan kami tidak mau mereka melebihi kita," ungkap dia.

Dia juga menambahkan masalah ekspor benur lobster ini sangat kebangetan. "Kelewatan saya kira begitu. Saya sedikit emosi, mohon maaf," tandas dia.

Sebelumnya, Pengacara Hashim Djojohadikusumo, Hotman Paris mengatakan bahwa kenyataannya sampai hari ini PT Bima Sakti Mutiara belum mempunyai atau masih menunggu kelengkapan izin ekspor.

"Jadi, masih menunggu ada empat sertifikat lagi yang harus dipenuhi. Pertama, surat keterangan telah melakukan pembudidayaan lobster bagi eksportir belum dapat," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini