Bukan Naik tapi Gaji PNS Bakal Lebih Besar dengan Skema Baru

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 15 Desember 2020 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 320 2328036 bukan-naik-tapi-gaji-pns-bakal-lebih-besar-dengan-skema-baru-XtjhgKU64L.jpg PNS (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah tengah menyusun rancangan gaji baru untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS). Nantinya sistem gaji baru untuk PNS ini tidak lagi dilihat dari golongan dan jabatan melainkan dari beban dan risiko kerja.

Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum dan Kerja sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono mengatakan, skema gaji PNS ini kemungkinan besar tidak akan diberlakukan pada tahun depan. Artinya pada tahun depan gaji PNS masih memakai skema lama, sekaligus membantah isu terkait gaji PNS yang akan naik pada tahun depan.

Adapun secara umum, skema penggajian PNS tidak lagi berdasarkan pangkat dan golongan. Akan tetapi gaji akan ditentukan berdasarkan risiko dan beban kerja dari pegawai tersebut.

Baca Juga: Tahun Depan Gaji PNS Tak Akan Naik 

Sedangkan tunjangannya juga nanti akan dirombak. Dari yang tadinya memiliki berbagai macam, nantinya akan dirombak menjadi dua jenis saja yakni tunjangan kinerja dan tunjagan kemahalan.

“Kayaknya belum (belum bisa diimplementasikan tahun depan skema gaji PNS yang baru),” ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (15/12/2020).

Memang menurut Paryono, secara keseluruhan gaji PNS akan lebih besar dibandingkan skema yang lama ini. Namun bukan berarti, hal tersebut mengalami kenaikan melainkan hanya memasukan komponen tunjangan yang tersedia.

"Kemungkinan gaji pokoknya bisa lebih tinggi dari yang sekarang,” ucapnya.

Namun lanjut Paryono, aturan mengenai skema gaji PNS diharapkan bisa rampung secepatnya. Karena menurutnya, skema gaji PNS yang baru ini menjadi amanat Undang-undang tentang reformasi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hingga saat ini belum terwujud.

Adapun amanat tersebut tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 5/2014 tentang ASN. Nah gaji pokok tersebut bisa menjadi bagian dari proses menuju reformasi sistem pangkat dan penghasilan serta fasilitas PNS.

Saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dan pembahasan dengan beberapa pihak terkait. Meskipun dirinya tidak menyebutkan secara rinci pembahasan apa yang dimaksud.

"Masih perlu koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait. Seharusnya secepatnya karena amanat UU nomor 5 tahun 2014 sudah lama belum terwujud," ucapnya.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 tentang besaran gaji pokok PNS berjenjang sesuai golongan dan lama masa kerja yang dikenal dengan masa kerja golongan (MKG), upah pokok yang didapatkan PNS paling kecil adalah Rp1.560.800 dan paling besar adalah Rp5.901.200

Berikut Okezone telah merangkum rinciannya:

Golongan I (lulusan SD dan SMP)

- Golongan Ia: Rp1.560.800 - Rp2.335.800

- Golongan Ib: Rp1.704.500 - Rp2.472.900

- Golongan Ic: Rp1.776.600 - Rp2.577.500

- Golongan Id: Rp1.851.800 - Rp2.686.500

Golongan II (lulusan SMA dan D-III)

- Golongan IIa: Rp2.022.200 - Rp3.373.600

- Golongan IIb: Rp2.208.400 - Rp3.516.300

- Golongan IIc: Rp2.301.800 - Rp3.665.000

- Golongan IId: Rp2.399.200 - Rp3.820.000

Golongan III (lulusan S1 hingga S3)

- Golongan IIIa: Rp2.579.400 - Rp4.236.400

- Golongan IIIb: Rp2.688.500 - Rp4.415.600

- Golongan IIIc: Rp2.802.300 - Rp4.602.400

- Golongan IIId: Rp2.920.800 - Rp4.797.000

Golongan IV

- Golongan IVa: Rp3.044.300 - Rp5.000.000

- Golongan IVb: Rp3.173.100 - Rp5.211.500

- Golongan IVc: Rp3.307.300 - Rp5.431.900

- Golongan IVd: Rp3.447.200 - Rp5.661.700

- Golongan IVe: Rp3.593.100 - Rp5.901.200

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini