Share

Puncak Arus Balik Nataru, 16 Ribu Penumpang Kereta 'Serbu' Jakarta

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 03 Januari 2021 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 03 320 2337971 puncak-arus-balik-nataru-16-ribu-penumpang-kereta-serbu-jakarta-Cch4mGCMr8.jpg KAI (Okezone)

JAKARTA - Masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020/2021 telah berjalan 17 hari sampai hari ini. Sepanjang masa angkutan Nataru 2020/2021 PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta secara total telah memberangkatkan 125.131 penumpang KA dari Stasiun Gambir, Pasar Senen dan Jakarta Kota.

Memasuki awal tahun 2021, masa Nataru di wilayah PT KAI Daop 1 Jakarta sudah mulai terjadi arus kedatangan penumpang KA. Tercatat, hari ini sekitar 16 ribu pengguna jasa tiba di area Daop 1 Jakarta, sementara untuk Senin 4 Januari 2020 tercatat sekitar 15 ribu lebih penumpang KA Jarak Jauh yang yang akan tiba di area Daop 1 Jakarta.

 Baca juga: Daftar 27 Stasiun Kereta yang Sediakan Rapid Test Antigen

Dari angka tersebut, pada puncak arus balik hari ini terdapat 39 KA yang tiba di Daop 1 Jakarta, di antaranya 22 KA tiba di Stasiun Pasarsenen dan 17 KA di Stasiun Gambir. Sedangkan pada hari Senin 4 Januari terdapat 37 KA, diantaranya 21 KA tiba di Stasiun Pasar Senen dan 16 KA di Stasiun Gambir.

Kepala Daerah Operasi 1 Jakarta, Eko Purwanto memastikan seluruh penumpang yang berangkat dan datang ke area Daop 1 Jakarta dalam kondisi sehat jika melihat berdasarkan berkas rapid Antigen dengan hasil negatif yang wajib dimiliki penumpang saat akan berangkat dari dan menuju area Daop 1 Jakarta dengan masa berlaku tiga hari.

Baca juga: KAI Klaim 79.694 Penumpang Kereta Tinggalkan Jakarta Sehat

Selain itu, lanjut dia, kesehatan penumpang juga dipantau melalui pemeriksaan suhu tubuh sebelum berangkat dan disepanjang perjalanan KA secara berkala s.d tiba di Stasiun Akhir untuk memastikan seluruh penumpang memiliki suhu tubuh normal. Hal tersebut merupakan SOP yang wajib dilakukan untuk keseluruhan pemberangkatan KA di seluruh stasiun keberangkatan KA.

"Penumpang yang tidak dapat memenuhi dua Syarat Protokol kesehatan tersebut, yakni surat rapid antigen dengan hasil Negatif dan Suhu tubuh tidak melebihi 37,3 derajat dipastikan tidak dapat melakukan perjalanan KA. Meski pada masa angkutan Nataru jumlah pengguna mengalami peningkatan namun Daop 1 Jakarta memastikan seluruh protokol kesehatan dijalankan dengan disiplin baik untuk penumpang dan petugas" ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/1/2021).

Sementara terkait layanan Rapid Antigen di Area Daop 1 Jakarta, Sejak awal layanan tersebut berlangsung pada 21 Des 2020 hingga 2 Jan 2021 terdapat sekitar 40 ribu calon pengguna yang melakukan rapid di Stasiun Gambir dan Pasar Senen.

Calon pengguna yang mendapatkan hasil positif maka tidak akan diperkenankan untuk berangkat, adapun biaya tiket akan langsung dikembalikan dengan bantuan petugas, selanjutnya yang bersangkutan akan ditempatkan diarea khusus untuk diberikan pengarahan oleh tim Dokter agar melanjutkan pemeriksaan ke Rumah Sakit dan melakukan kordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat.

"Sebagai upaya pencegahan Covid-19 para pengguna juga diberikan Faceshield dari PT KAI dan diwajibkan untuk menggunakan Faceshield tersebut sepanjang perjalanan hingga tiba di stasiun tujuan. Para pengguna juga dihimbau untuk memakai baju lengan panjang," ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa menyebut KAI Daop 1 Jakarta konsisten menerapkan protokol kesehatan di area stasiun dan di atas KA, untuk penumpang KA keberangkatan maupun kedatangan. Selain menambah perangkat pencuci yang disejumlah area pelayanan, Daop 1 Jakarta juga menyediakan ruang isolasi sementara baik di Stasiun dan Diatas KA untuk digunakan sewaktu-waktu jika dibutuhkan untuk penanganan

"PT KAI Daop 1 juga memastikan upaya pencegahan penyebaran Covid 19 juga dilakukan dari sisi prasarana stasiun dan sarana kereta. Seluruh area dan perangkat yang rentan disentuh banyak orang dibersihkan menggunakan cairan disinfektan secara rutin setiap 30 menit sekali, kesiapan penyediaan perangkat pembersih tangan seperti cairan antiseptik dan perangkat cuci tangan yang dilengkapi sabun dipastikan selalu tersedia dan berfungsi baik," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini