Vaksin Covid-19 Sinovac Dapat Sertifikat Halal, Biofarma: Bisa Jalankan Vaksinasi

Binti Mufarida, Jurnalis · Rabu 13 Januari 2021 09:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 320 2343497 vaksin-covid-19-sinovac-dapat-sertifikat-halal-biofarma-bisa-jalankan-vaksinasi-DZR3pNKyAp.jpg Vaksin Covid-19 (Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Agama (kemenag) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) secara resmi telah menyerahkan sertifikasi halal vaksin Covid-19 produksi Sinovac Life Science co LTD China dan PT Bio Farma Persero.

Direktur Utama PT. Bio Farma Persero, Honesti Basyir memastikan pihaknya akan melaksanakan amanah sebaik mungkin.

Baca juga: Kemenag Serahkan Sertifikat Halal Vaksin Sinovac ke Biofarma

“Terima kasih atas segala bantuan, kami akan melaksanakan amanah sebaik mungkin. Produknya sudah mendapat sertifikasi. Sekarang bagaimana kita bisa menjalankan program vaksinasi ini kepada masyarakat,” ungkapnya dalam Penyerahan Sertifikat Halal Vaksin Covid-19 secara virtual, Rabu (13/1/2021).

“Karena kita jaga tahu ini juga satu pekerjaan yang sangat besar dan tentunya kami masih minta arahan bimbingan dan juga dari semua stakeholder tentu saja yang ada di Kementerian Agama ini,” tambah Honesti.

 Baca juga: IHSG Melonjak 1% ke 6.459 Jelang Jokowi Disuntik Vaksin Covid-19

Selain itu, Honesti mengatakan atas nama Bio Farma dan juga dari Kementerian BUMN, berterima kasih atas segala support yang diberikan oleh Kementerian Agama dalam proses pengurusan sertifikasi halal ini.

“Kita ketahui bersama pak Wamen, kondisi pandemi ini memberikan suatu pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua yaitu dipentingkannya kolaborasi dari semua stakeholder, sehingga nanti kita bisa sama-sama bahu-membahu untuk bisa keluar dari permasalahan pandemi ini,” ungkap Honesti.

Honesti mengatakan bahwa kehalalan vaksin ini menjadi isu utama di Indonesia. “Dan kami sangat merasakan proses dari awal kalau kita bicara tentang proses sertifikasi halal ini, karena memang masalah kehalalannya juga menjadi isu yang utama di negara kita ini.”

“Kita belajar dari pengalaman bagaimana tidak optimalnya vaksinasi rubella tahun 2018 dan pada saat kami melaporkan kepada pak Presiden dan juga kepada Menteri BUMN, dan Menteri Kesehatan pada saat kita mulai melaporkan progres pengembangan vaksin, satu kata yang tidak pernah lupa dari semua tersebut adalah tentang kehalalan,” kata Honesti.

“Karena memang di Indonesia itu yang namanya vaksin itu harus ada bisa memberikan faktor safety-nya harus ada, khasiatnya harus ada, mutunya harus ada dan halal,” tambah Honesti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini