Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemulihan China Lebih Cepat, Ekonomi Diprediksi Tumbuh 6,1%

Pemulihan China Lebih Cepat, Ekonomi Diprediksi Tumbuh 6,1%
Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Pemulihan ekonomi China kemungkinan akan menjadi lebih cepat pada kuartal keempat, didorong oleh permintaan yang lebih kuat di dalam dan luar negeri serta stimulus kebijakan yang diharapkan dapat memberikan dorongan yang kuat ke tahun 2021.

Angka produk domestik bruto (PDB) akan dipantau ketat oleh seluruh dunia, terutama karena banyak negara terus bergulat dengan pandemi COVID-19 dan China memerangi kasus yang muncul kembali di beberapa bagian negara.

Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan PDB tumbuh 6,1% pada Oktober-Desember dari setahun sebelumnya, melaju dari laju 4,9% pada kuartal ketiga, demikian dilansir Antara, Senin (18/1/2021).

Baca Juga: World Bank Prediksi Ekonomi China Tumbuh 7,9%, Asia Timur Mulai Pulih

Itu akan membawa ekspansi setahun penuhnya menjadi 2,1%, kemungkinan menjadikan China satu-satunya ekonomi utama yang mengalami pertumbuhan tahun lalu, tetapi masih merupakan laju terlemah negara itu dalam lebih dari empat dekade.

Dibantu oleh langkah-langkah penahanan virus yang ketat dan bantuan darurat untuk bisnis, ekonomi telah pulih dengan mantap dari penurunan tajam 6,8% dalam tiga bulan pertama 2020, ketika wabah COVID-19 di pusat kota Wuhan berubah menjadi epidemi besar-besaran.

Baca Juga: Menengok Gurita Bisnis Jack Ma yang Hilang Usai Kritik Pemerintah China

Secara kuartalan, pertumbuhan kemungkinan dipercepat menjadi 3,2% pada Oktober-Desember dari 2,7% pada kuartal sebelumnya, jajak pendapat menunjukkan.

China akan merilis data produk domestik bruto (PDB) kuartal keempat dan 2020 pada Senin waktu setempat (0200 GMT), bersamaan dengan output pabrik, penjualan ritel dan investasi aset tetap untuk Desember.

Data pada Kamis (14/1/2021) menunjukkan ekspor China tumbuh lebih dari yang diperkirakan pada Desember, ketika gangguan virus corona di seluruh dunia memicu permintaan barang-barang China bahkan ketika yuan yang lebih kuat membuat ekspor lebih mahal untuk pembeli luar negeri.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement