Harapan Sri Mulyani untuk Joe Biden, Presiden Baru AS

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 21 Januari 2021 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 320 2348347 harapan-sri-mulyani-untuk-joe-biden-presiden-baru-as-fNOzrBXDsl.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menilai Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden segera memulihkan ekonomi dunia. Apalagi saat ini, ekonomi China sudah kembali pulih dengan pertumbuhan 3%.

"AS memiliki presiden baru untuk bisa memberikan harapan untuk memulihkan ekonomi dunia," kata Sri Mulynai dalam video virtual, Kamis (21/1/2021).

Baca Juga: Punya 'Senjata' USD1,9 Triliun, Ini Rencana Besar Joe Biden Pulihkan Ekonomi AS

Sebagai informasi, Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengajukan paket stimulus Covid-19 ke parlemen AS sebesar USD1,9 triliun atau sekitar Rp26.763 triliun dihitung berdasarkan kurs Rp14.086 per dolar AS. Kendati demikian, proposal anggaran tersebut masih ditentang Partai Republik. Namun demikian, Gedung Putih beralasan besaran paket stimulus telah sesuai dengan rekomendasi dari para pakar ekonomi dan kesehatan.

Paket tersebut dirancang sebagai titik awal. Itu dirancang dengan komponen-komponen yang diperlukan guna memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga: Joe Biden Resmi Jadi Presiden AS, Bagaimana Stimulus USD1,9 Triliun?

Saat ini, proposal anggaran tersebut diajukan melalui proses perubahan rancangan undang-undang. Terkait penyelesaian di parlemen dan senat akan dikendalikan oleh Partai Demokrat.

Proposal anggaran tersebut juga telah mendapatkan dukungan dari kelompok pengusaha di AS dan telah disampaikan kepada Senator Bernie Sanders. Biden pun berkomitmen 100 juta orang divaksinasi dalam 100 hari pertama di masa kepemimpinannya.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden akan mengusulkan suntikan dana USD1,9 triliun pada ekonomi AS ketika ia menjabat minggu depan, sementara bukti-bukti pemulihan ekonomi dari penurunan tajam yang disebabkan oleh Covid-19 tampak mengkhawatirkan .

Dengan Partai Demokrat mengendalikan kedua majelis Kongres, DPR dan Senat, Biden berkesempatan meloloskan paket bantuan pandemi besar-besaran ketiga Amerika.

Proposal yang dirilis Kamis dan dijuluki Rencana Penyelamatan Amerika itu mencakup sejumlah tindakan untuk menghidupkan kembali ekonomi terbesar di dunia ini.

Biden ingin menaikkan upah minimum federal menjadi USD15 per jam, membantu pemerintah negara bagian dan lokal yang sedang berjuang, membuka kembali sekolah dengan aman, meluncurkan kampanye vaksinasi Covid-19 besar-besaran dan meningkatkan cakupan cek stimulus yang disetujui Kongres bulan lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini