Sentimen ketiga dan terakhir adalah rencana pemerintah Amerika Serikat di bawah Biden yang ingin menggelontorkan stimulus demi mendongkrak ekonomi negara adidaya itu.
“Di bursa berjangka, dinamika ini akan sangat mempengaruhi animo masyarakat untuk masuk ke kontrak emas. Saya memprediksi bahwa harga emas bisa di atas US$1.900 per troy ounce di akhir kuartal I 2021,” jelas Paulus.
“Namun, yang namanya sentimen tidak bisa mempengaruhi perdagangan emas secara jangka panjang, semuanya kan dinamis. Yang paling penting adalah, bagaimana investor bisa memanfaatkan peluang stimulus ekonomi dan keadaan yang terjadi sejauh ini,” jelasnya.
Meski demikian, Paulus menghimbau investor untuk tidak gegabah dan rajin memantau pergerakan pasar perdagangan berjangka melalui kabar-kabar terbaru. Ia juga meminta masyarakat untuk mengenali produk sebelum berinvestasi di komoditas berjangka melalui webinar atau diskusi via Instagram, seperti yang diadakan Pluang kali ini.
“Saya meminta investor untuk berinvestasi komoditi berjangka di pialang-pialang yang memiliki izin usaha sah dan diawasi langsung oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti),” tutupnya
(Kurniasih Miftakhul Jannah)