Sistem Kelistrikan Kepulauan Talaud Dipastikan Aman Pasca-Gempa 7,1 M Guncang Sulut

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 22 Januari 2021 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 320 2348943 sistem-kelistrikan-kepulauan-talaud-dipastikan-aman-pasca-gempa-7-1-m-guncang-sulut-kgn8nTrQyv.jpeg Sistem Listrik di Talaud Aman Pasca-Gempa. (Foto: Okezone.com/PLN)

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (persero) memastikan kelistrikan di Sulawesi Utara, khususnya di Kabupaten Kepualauan Talaud, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Sitaro aman pasca diguncang gempa dengan magnitudo 7,1 skala richter (SR) pada Kamis (21/1/2021) malam.

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda menyebut, pasca-gempa pihaknya langsung berkoordinasikan dengan unit yang berada di kawasan yang terdampak gempa, khususnya di sekitar Kepualauan Talaud, Sangihe dan Sitaro.

Baca Juga: Gempa M7,1 Guncang Talaud, Tak Ada Korban Jiwa dan Kerugian Materi di Miangas

"Kami langsung koordinasikan unit yang berada di Sulawesi Utara, khususnya yang berada di sekitar Kepualauan Talaud, Sangihe dan Sitaro, termasuk Miangas yang menjadi pulau terluar. Kami memastikan kondisi para pegawai dan sistem kelistrikan yang ada di sana aman dan tidak mengalami kerusakan," ujarnya, Jumat (22/1/2021).

Dia bilang, saat gempa berlangsung sejumlah wilayah seperti Melonguane, Beo, dan sebagian Petta mengalami gangguan kelistrikan. Namun, PLN mengambil langkah cepat kembali memulihkan gangguan tersebut dan saat ini masyarakat sudah bisa menikmati listrik seperti biasa.

“Gempa terjadi pukul 19.23 WIB, tidak sampai 4 jam gangguan yang terjadi karena gempa sudah dapat dipulihkan,” ujar dia.

Baca Juga: Begini Penampakan Sejumlah Kerusakan Akibat Gempa di Talaud Sulut

Kabupaten Kepualauan Talaud, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Sitaro masuk ke dalam Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tahuna. Saat ini sistem kelistrikan di Tahuna memiliki daya terpasang sebesar 48 Megawatt (MW) dengan beban puncak sebesar 19,17 MW. Dengan jumlah luas wilayah 2.253 kilometer persegi, terdapat sekitar 84 ribu pelanggan di tiga kepulauan tersebut.

Huda juga memastikan bahwa saat ini petugas PLN terus bersiaga memantau kondisi di daerah-daerah yang rawan mengalami gempa. Jika diperlukan, PLN juga siap untuk mengirimkan bantuan personil kelistrikan ke daerah-daerah yang mengalami bencana, khususnya untuk mempercepat pemulihan kelistrikan.

“Kami terus siaga memonitor kondisi kelistrikan. Jika dibutuhkan bantuan di satu lokasi bencana, kami selalu mengirimkan personil tambahan dari daerah lainnya. Saling tolong-menolong dan gotong royong saat terjadi bencana selalu kita lakukan, supaya pemulihan listriknya lebih cepat,” kata Huda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini