Menanti Implementasi B40 di Tahun Ini

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Selasa 26 Januari 2021 19:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 320 2351262 menanti-implementasi-b40-di-tahun-ini-x84Z5wcWFs.jpg Implementasi Biodiesel 40%. (Foto: Okezone.com/Kementan)

JAKARTA - Program mandatori biodiesel 40% (B40) di 2021 akan sangat sulit akibat fluktuasi harga minyak dan sumber dana alternatif yang belum tentu ada.

Periset Teknologi Energi dan Kendaraan Listrik Institute for Essential Services Reform (IESR) Idoan Marciano mengatakan, untuk subsidi program B30 di 2021 diperkirakan dapat mencapai Rp37 triliun hingga Rp54 triliun, melampaui pendapatan dari pungutan ekspor kelapa sawit.

Baca Juga: LIPI Usulkan Rumusan Kebijakan Energi Biodiesel Berbasis Penelitian

"Rencana tambahan kapasitas produksi biodiesel di tahun 2021 dapat menyebabkan adanya potensi kelebihan biodiesel untuk diekspor, di saat permintaan khususnya dari China sangat terbatas," ujarnya dalam Indonesia Energy Transition Outlook (IETO) 2021, Selasa (26/1/2021).

Baca Juga: Selain Sawit, Program B30 Bisa Gunakan Minyak Jelantah

Dia melanjutkan, pemerintah perlu menentukan alternatif sumber pendanaan program biodiesel. Opsi pungutan pada konsumsi BBM dan DMO perlu ditinjau kembali.

"Penerapan perpres dan permen tentang ISPO perlu dilakukan dengan baik dan efektif, seperti peringatan pada perusahaan kelapa sawit yang belum bersertifikasi ISPO," tandasnya. 

Sebelumnya, Direktur Bioenergi Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna mengatakan bahwa minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) memiliki berbagai kegunaan, terutama untuk biodiesel.

"Kalau bisa kita kelola (minyak jelantah) dengan baik, bisa memenuhi sebagian kebutuhan biodiesel nasional," ucap Andriah.

Selain itu, pengembangan biodiesel berbasis minyak jelantah memiliki peluang untuk dipasarkan baik di dalam negeri maupun untuk diekspor. Dipasarkan di luar negeri pun memiliki peluang yang cukup besar.

Dengan memanfaatkan minyak jelantah, biaya produksi pun bisa lebih hemat 35% dibandingkan dengan biodiesel dari minyak nabati yang dihasilkan dari tanaman buah kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini