Anggaran K/L 2021 Dipangkas, Jokowi: Diarahkan ke PEN dan Covid-19

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 27 Januari 2021 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 27 320 2351719 anggaran-k-l-2021-dipangkas-jokowi-diarahkan-ke-pen-dan-covid-19-tgbY4m1ZoS.jpg Presiden Jokowi (Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, kebijakan strategis Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2021 tetap diarahkan untuk mendukung percepatan pemulihan dan akselerasi transformasi ekonomi nasional. Dukungan itu terutama pada sejumlah sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan perlindungan infrastruktur ketahanan pangan, teknologi informasi, dan pariwisata.

Pernyataan Jokowi seiring dengan adanya pemangkasan pagu anggaran 2021 sejumlah kementerian dan lembaga (K/L) yang diputuskan melalui Surat Menteri Keuangan nomor S-30/MK.02/2021 tanggal 12 Januari 2021.

 Baca juga: Menhub Ikhlas Sri Mulyani 'Sunat' Anggaran Kemenhub Rp12,4 Triliun

Dalam beleid itu, keputusan refocusing dan realokasi anggaran dilakukan berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Di mana, sumber penghematan berasal dari rupiah murni, lalu jenis belanja yang dapat dilakukan penghematan adalah belanja barang dan belanja modal.

Sementara, kegiatan yang tidak dikecualikan dari refocusing seperti sumber dana non rupiah murni, anggaran layanan perkantoran, anggaran keberlanjutan PEN, anggaran komitmen multiyears contract, dan prioritas pembangunan nasional pada 7 proyek strategis nasional.

 Baca juga: Komisi IV Sesalkan Sri Mulyani 'Sunat' Anggaran Kementan Rp6,3 Triliun

"Kebijakan strategis APBN 2021 diarahkan untuk mendukung percepatan pemulihan dan akselerasi pemulihan transformasi ekonomi terutama melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan perlindungan infrastruktur ketahanan pangan, teknologi informasi, dan pariwisata," ujar Jokowi Rabu (27/1/2021).

Kelapa Negara juga mengutarakan, pemerintah terus bekerja keras untuk menghadapi pandemi. Indonesia, kata dia, harus terus menyiapkan strategi jangka panjang yang tepat, sambil terus mengawal pengendalian pandemi dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Ihwal PEN, dia memastikan jika pemerintah akan terus melanjutkan program-program recovery atau pemulihan yang memungkinkan mampu mendorong kinerja industri, UMKM, serta meningkatkan daya beli masyarakat pada 2021.

Saat ini, ekonomi Tanah Air sudah memberikan indikator perbaikan. indikator-indikator seperti Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur pada Desember 2020 lalu yang masuk ke zona ekspansi. Selain itu, ada Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) serta harga-harga komoditas juga berangsur membaik, dan mulai naik didorong oleh adanya perbaikan permintaan (demand).

"Di Desember 2020 kemarin (PMI manufaktur) mencapai angka pada posisi yang kembali normal seperti sebelum Covid-19, yakni 51,3," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini