BLT PKH Ibu Hamil hingga Anak Sekolah Cair Lagi Bulan April, Ini Syaratnya

Alya Ramadhanti, Jurnalis · Senin 01 Februari 2021 11:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 320 2354319 blt-pkh-ibu-hamil-hingga-anak-sekolah-cair-lagi-bulan-april-ini-syaratnya-tXzoW50Ee5.jpeg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Program ini diberikan kepada keluarga kurang mampu dengan total BLT PKH Rp900.000 hingga Rp3 juta per tahun.

PKH merupakan program pemberian bantuan bersyarat kepada keluarga kurang mampu yang terdapat pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Serta memiliki komponen sebagai persyaratan yang ditetapkan sebagai peserta PKH.

Baca Juga: Kabar Baik, BLT Naik Jadi Rp300.000

Mengutip dari Postingan Instagram Kemensos, Senin (1/2/2021), program bantuan langsung tunai ini bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup (melalui akses layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial), dan mengurangi beban pengeluaran. Serta mendorong perubahan perilaku kemandirian, mengurangi kemiskinan, dan inklusi keuangan.

Program bantuan ini dibagi menjadi tiga kategori, yaitu komponen kesehatan, komponen pendidikan, dan komponen kesejahteraan sosial. Berikut ini merupakan rincian kriteria keluarga penerima manfaat PKH:

Baca Juga: Sebelum Protes BLT, Cek Dulu Fakta Syarat dan Kriterianya

1. Komponen kesehatan: Ibu hamil (maksimal dua kali kehamilan) dan anak usia dini 0 s/d 6 tahun (maksimal dua anak).

2. Komponen pendidikan: SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA sederajat anak usia 6 s/d 21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun.

3. Komponen kesejahteraan sosial: Lanjut usia >70 (maksimal satu orang dan berada dalam keluarga), dan penyandang disabilitas berat fisik maupun mental (maksimal satu orang dan dalam keluarga).

Setelah kriteria terpenuhi dan mendapatkan PKH, KPM harus mengikuti persyaratan yang diwajibkan. Ibu hamil wajib melakukan pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan minimal 4 kali selama kehamilan, melahirkan di fasilitas pelayanan kesehatan, dan melakukan pemeriksaan kesehatan ibu nifas 4 kali selama 42 hari setelah melahirkan.

Bayi usia 0-11 bulan wajib melakukan pemeriksaan kesehatan 3 kali dalam satu bulan pertama, diberikan ASI esklusif 6 bulan pertama kelahiran, imunisasi lengkap. Penimbangan berat badan dan pengkuran tinggi badan setiap bulan, mendapatkan suplemen vitamin A satu kali pada usia 6-11 bulan dan pemantauan perkembangan minimal 2 kali dalam setahun.

Anak usia dini, usia 1-5 tahun wajib melakukan imunisasi tambahan, penimbangan berat badan tiap bulan, pengukuran tinggi badan minimal 2 kali setahun, pemantauan perkembangan dan pemberian kapsul vitamin A 2 kali setahun. Sedangkan anak usia 5-6 tahun wajib melakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan pemantauan perkembangan minimal 2 kali setahun.

Pelajar SD, SMP, SMA merupakan anak dengan usia 6-21 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar. Terdaftar di sekolah/pendidikan kesetaraan dan minimal 85% hadir di kelas setiap bulan.

Lanjut usia 70 ke atas wajib melakukan pemeriksaan kesehatan. Serta akan mendapat layanan penggunaan puskesmas santun dan lanjut usia, layanan home care (pengurus merawat memandikan, dan mengurusi KPM lanjut usia, dan day care (mengikuti kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggal dan melakukan kegiatan lari pagi, senam sehat dsb) hal tersebut minimal dilakukan 1 tahun sekali.

Penyandang disabilitas berat mendapat layanan perawatan dan pemeriksaan kesehatan minimal 1 tahun sekali. Mencakup layanan home visit, yakni tenaga kesehatan datang ke rumah KPM penyandang disabilitas berat. Serta layanan home care, yakni pengurus memandikan, mengurusi dan merawat KPM PKH.

Bansos PKH 2021 mendapat anggaran sebesar Rp28,7 triliun. Dengan rencana penyaluran yang akan diberikan per triwulan, dibagi dalam 4 tahap yaitu pada Januari, April, Juli dan Oktober 2021.

Adapun bantuan langsung yang didapatkan untuk ibu hamil dan anak usia dini sebesar Rp3.000.000/tahun, pelajar SD Rp900.000/tahun, pelajar SMP Rp1.500.000/tahun, pelajar SMA 2.000.000/tahun, lanjut Usia >70 tahun dan disabilitas berat Rp2.400.000/tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini