Produksi Sawit RI Kalah Dibandingkan Malaysia, Begini Persoalannya

Ferdi Rantung, Jurnalis · Senin 01 Februari 2021 12:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 320 2354339 produksi-sawit-ri-kalah-dibandingkan-malaysia-begini-persoalannya-FgsPhEPzJE.jpg Industri Kelapa Sawit. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Produktivitas kelapa sawit Indonesia dalam lima tahun terakhir selalu mengalami penurunan. Jika dibandingkan Malaysia, produktivitas sawit Indonesia lebih rendah dua kali lipat .

Menanggapi hal ini, Masyarakat Perkelapa Sawitan Indonesia (MAKSI), Darmono Taniwiryono mengatakan, sebenarnya produktivitas sawit tidaklah menurun, melainkan cenderung stagnan.

Baca Juga: Remajakan 180.000 Hektare Sawit, Menko Airlangga Kucurkan Rp5,56 Triliun

"Mungkin sedikit saya luruskan ya, sebenarnya tidak ada penurunan produktivitas kelapa sawit. Pada dasarnya produktivitas sebenarnya tidak menurun melainkan stagnan," katanya dalam, Market Review IDX Channel, Senin (1/2/2021)

Meski begitu, Dia membenarkan bahwa produksi sawit Indonesia masih kalah dengan Malaysia. Hal ini dikarenakan produktivitas perkebunan sawit rakyat tidak menggunakan bibit unggul.

Baca Juga: Produksi Sawit RI di Bawah Malaysia, Berikut Beberapa Kendalanya

Dia menjelaskan, perkebunan sawit rakyat terbagi menjadi dua. Ada perkebunan sawit plasma dan juga yang mandiri.

Perkebunan sawit Plasma sudah dapat mendapatkan bimbingan dari swasta atau pemerintah sehingga menggunakan bibit unggul. Sementara yang perkebunan mandiri belum menggunakan bibit unggul dan kurang dapat pembinaan.

"Perkebunan mandiri lebih banyak dari plasma. Sehingga produktivitas perkebunan rakyat mandiri sangat rendah. Hal ini menyebabkan kontribusi perkebunan sawit rakyat mandiri ini cukup berdampak pada rendahnya produktivitas sawit secara nasional," terangnya.

Dia menuturkan, di Malaysia perkebunan sawit rakyat mandiri benar-benar dikawal oleh pemerintahnya. Sehingga dari awal mereka sudah menggunakan bibit unggul.

"Jadi perkebunan sawit rakyat di Malaysia itu hampir sama dengan swastanya. Sehingga total produktivitas lebih besar dari Indonesia. Ini yang persoalan di Indonesia," terangnya

Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah sudah menyiapkan program peremajaan perkebunan sawit rakyat mandiri melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Namun untuk meningkatkan produktivitas sawit membutuhkan waktu

"Program dari BPDPKS meremajakan perkebunan menggunakan bibit unggul. Sehingga produktivitas akan meningkat. Namun membutuhkan waktu sekitar 5 tahun agar produktivitas bisa meningkat," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini