Cuaca Buruk, Pilot Sriwijaya Air SJ-182 Sempat Ganti Arah

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 03 Februari 2021 20:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 320 2356031 cuaca-buruk-pilot-sriwijaya-air-sj-182-sempat-ganti-arah-uqAxj1IDia.jpg Pesawat (Shutterstock)

JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menjelaskan kronologi terjadinya kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Penjelasan ini dijabarkan dari mulai pesawat SJ-182 hingga terjadinya kecelakaan.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, saat kejadian ada dua pesawat yang berada di depan dan di belakang Sriwijaya Air SJ-182. Kedua pesawat tersebut milik merupakan milik Air Asia dengan rute yang menuju Pontianak.

 baca juga: Kronologi Kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 Versi AirNav, 11 Kali Dipanggil Tak Ada Respons

"Dekat pesawat Sriwijaya ada pesawat Air Asia menuju Pontianak dan belakangnya juga ada," ujarnya dalam acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR-RI, Rabu (3/2/2021).

Namun menurut Soerjanto, kedua pesawat milik AirAsia tersebut sama sekali tidak mengalami masalah. Sedangkan, Sriwijaya Air, setelah lepas landas pilot sempat meminta ke pemandu lalu lintas udara untuk mengganti arah untuk menghindari cuaca buruk.

Baca juga: Janji Menhub Usai Kecelakaan Sriwijaya SJ-182

"Kedua pesawat ini tidak ada masalah. Sempat mengambil arah menghindari cuaca," ucapnya.

Kemudian, lanjut Soerjanto, sebelum terbang pilot juga telah memprogram jalur ketinggian dan menerima instruksi pemandu lalu lintas untuk terbang dengan ketinggian 11.000 kaki. Namun ketika sedang terbang, pesawat justru berbelok ke kiri secara perlahan sampai menukik membentur laut.

"Namun saat terbang, selanjutnya berbelok ke kiri secara perlahan sampai menukik dan membentur ke permukaan laut," jelasnya.

Oleh karena itu, Soerjanto menyebut akan kembali meneliti, sistem pengontrol pengaturan daya dari mesin pesawat atau autothrottle agar bisa mengetahui lebih lanjut atas jatuhnya pesawat tersebut. Namun dirinya belum bisa mengambil kesimpulan mengenai penyebab pesawat karena masih harus menunggu proses pencarian kotak hitam berisi CVR.

"Saat ini kami belum memberikan kesimpulan atau hasil analisa, tapi kami akan menunggu hasil dari CVR dan beberapa komponen yang kami kirim ke AS dan UK. Karena dari komponen itu kenapa dan yang rusak yang mana dari 13 parameter ini membikin perubahan di auto sistem," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini