5 Fakta Buruh Minta BLT Subsidi Gaji Cair Lagi, KSPI Colek Jokowi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 08 Februari 2021 05:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 07 320 2358027 5-fakta-buruh-minta-blt-subsidi-gaji-cair-lagi-kspi-colek-jokowi-8C2HTTGHup.png Jokowi (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA - Program BLT subsidi gaji sebesar Rp2,4 juta untuk pekerja dengan upah di bawah Rp5 juta dipastikan tak akan dilanjutkan lagi pada 2021. Namun, elemen buruh tak setuju dengan keputusan tersebut.

Terkait hal itu, Okezone telah merangkum beberapa fakta menarik soal BLT subsidi gaji, Jakarta, Senin (8/2/2021).

 

1. Buruh Akan Surati Jokowi

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengaku akan menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar pelaksanaan program tersebut kembali dilanjutkan.

"Segera akan mengirim surat ke presiden," ujarnya kepada Okezone, Selasa (2/2/2021).

Baca Juga: Ekonomi RI Minus, BLT Subsidi Gaji Diusulkan Jadi Rp6 Juta 

2.Tak Melanjutkan BLT Subsidi Gaji Keliru

Menurut dia, keputusan Kementerian Ketenagakerjaan untuk menyetop BLT subsidi gaji adalah hal yang keliru. Sebab, mestinya itu tetap dilaksanakan dan penerimanya juga ditambah dari sebelumnya yang hanya 12,4 juta.

"Dan upayakan diperluas kepesertaan penerima BLT subsidi upah tersebut, misal menjadi 30 juta buruh penerima BLT," ujarnya.


3. BLT Gaji Tak Dilanjutkan, PHK Besar-Besaran di Depan Mata

Dia menilai ledakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pegawai masih akan terus berlanjut. Oleh sebab itu, diperlukan adanya keterlibatan pemerintah agar mereka tetap bisa bertahan hidup.

"Ke depan ledakan PHK jutaan buruh akan terjadi di semua sektor industri termasuk industri baja dan semen, denga adanya BLT subsidi upah akan menjadi penyangga buruh dan keluarganya bertahan hidup," ujarnya.

 

4. Ini Pertimbangan Kemenkeu Tak Anggarkan BLT Gaji di APBN 2021

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan bahwa program Bantuan Lansung Tunai (BLT) pekerja atau subsidi gaji tak dialokasikan pada APBN 2021. Sehingga, bisa dipastikan bila program pemberian BLT sebesar Rp2,4 juta kepada pegawai dengan upah di bawah Rp5 juta tak lagi dilanjutkan.

"Di APBN 2021 tidak dianggarkan," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Rahayu Puspasari kepada Okezone, Rabu (3/2/2021).

Dia menjelaskan, pertimbangan tidak meneruskan program BLT gaji itu karena pemerintah sudah menganggarkan dana untuk bantuan lainnya.

Selain itu, pemerintah juga optimis kalau tahun ini ekonomi Indonesia perlahan sudah mulai pulih dari hantaman krisis. Kini yang diperkuat adalah pemberian bantuan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah.

"Pemerintah kan juga memberikan dukungan untuk subsidi bunga, penempatan dana, dan lain lain sehingga harapannya usaha mereka bisa berjalan lagi dan membaik, begitu juga karyawannya. Pemerintah juga punya program perlindungan sosial. Itu kami perkuat tapi untuk bottom 40 persen, seperti BLT kartu sembako, BLT desa masih ada," katanya.

5. BLT Gaji Tak Dilanjutkan, Netizen: Sakit tapi Tak Berdarah

Menanggapi keputusan itu, netizen pun memberikan pernyataan kekecewaan.Salah satu warganet dengan akun Twitter @boutddtweet mengaku amat kecewa setelah mengetahui keputusan tersebut. Hal ini seperti sebuah sakit yang menyerang tubuh manusia, tapi tak berdarah.

"BLT subsidi gaji ngk jadi cair adalah definisi sakit tapi tidak berdarah," tulis akun Twitter @boutddtweet yang dikutip Okezone, Senin (1/2/2021).

Sementara itu, ada juga netizen yang menilai buah dari adanya keputusan tersebut, maka akan menumbuhkan angka kemiskinan di Indonesia.

"Karyawan dgn gaji dibawah 5 juta tahun kemarin masih mendapat bantuan Rp.600.000/bulan. Dalam Program PEN 2021 Menkeu Sri Mulyani menghapus program bantuan BSU dan BLT BPJS Ketenagakerjaan. Yang miskin makin miskin #NegaraKrisisKeuangan @PerekonomianRI @RamliRizal @utuntauk," cuit akun Twitter @yo2thok.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini