Tenaga Kesehatan Divaksinasi, Erick Thohir: Penularan Covid-19 Turun Drastis

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 08 Februari 2021 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 320 2358398 tenaga-kesehatan-divaksinasi-erick-thohir-penularan-covid-19-turun-drastis-XNdXSw3axq.jpg Vaksin Nakes Turunkan Angka Penyebaran Virus Corona. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indonesia telah melakukan vaksinasi Covid-19. Program vaksinasi pertama ini diberikan kepada tenaga kesehatan.

Dari data pemerintah, setelah dilakukan vaksin tingkat penularan yang dialami tenaga kesehatan menurun drastis.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menuturkan, minggu ketiga usai pelaksanaan vaksinasi angka penularan Covid-19 menurun drastis. Sebelumnya, rata-rata ada 200-an tenaga kesehatan di provinsi terinfeksi virus setiap harinya, saat ini kasus positif yang dialami tenaga medis hanya di kisaran 24 orang saja.

Data itu diperoleh dari tim medis di lapangan dan disampaikan langsung kepada Kementerian terkait.

Baca Juga: Bio Farma Segera Bereskan Produksi 13 Juta Vaksin Covid-19

"Dan laporan dari lapangan kemarin ketika kami rapat yang dipimpin oleh Pak Menko (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian) bahwa setelah tenaga kesehatan itu di suntik, yang tadinya penularan itu bisa rata-rata 200 di sebuah Provinsi atau tempat, itu setelah minggu ketiga turun menjadi 24 saja, ini penurunan sangat drastis," ujar Erick Senin (8/2/2021).

Meski demikian, Erick menggarisbawahi bahwa angka kematian akibat infeksi virus Corona di Indonesia masih mengkhawatirkan. Karena itu, pemerintah terus menggalakan langkah-langkah pencegahan dan penyembuhan, salah satunya dengan mempercepat pelaksanaan vaksinasi di daerah-daerah.

Baca Juga: Vaksin Merah Putih, Erick Thohir Ungkap Ada 2 Temuan Baru

"Kalau kita lihat sendiri, angka kematian masih sangat tinggi karena itu beberapa inisiasi terus dilakukan pemerintah salah satunya adalah vaksinasi yang sekarang sudah mulai berjalan untuk nakes," kata dia.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo membeberkan hal serupa. Dia bilang, tiga minggu usai pelaksanaan program vaksinasi yang dilakukan pemerintah daerah (pemda) Jateng, jumlah tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 hanya menyentuh 27 orang saja. Angka itu menurun signifikan.

Dalam catatan pemda Jateng, selama tujuh minggu terakhir sebelum vaksin Sinovac diedarkan oleh Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero), angka kasus positif Covid-19 untuk tenaga medis sebanyak 200-an orang. Namun, angka itu perlahan turun saat vaksinasi dilakukan.

"Saya ingin menyampaikan bahwa hasil dari catatan kami, tujuh minggu terakhir sebelum vaksin dilakukan, itu tenaga medis kita itu rata-rata 200-an yang terpapar Covid-19. Begitu sudah masuk masa vaksinasi, ternyata turunnya drastis 170, 140, bahkan minggu ke-3 itu hanya 27," ujar Ganjar.

Ganjar meyakini, jika program pencegahan penularan virus itu dibarengi dengan pelaksanaan penerapan protokol kesehatan yang dijalankan warga secara ketat, maka penanganan pandemi akan lebih cepat menuju ke tahap pemulihan.

Kasus terinfeksi Covid-19 terus mengalami kenaikan signifikan. Per Sabtu ini total kasus positif di dalam negeri mencapai 1.147 010 orang. Kenaikan jumlah kasus dinilai karena masyarakat yang belum disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Kalau kita sedikit mau agak disiplin, maka kemungkinan ekonomi akan pulih lebih cepat, maka vaksin ada harapan. Di mana di awal orang gak percaya, maka ini akan menyelesaikan masalahnya," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini