BLT UMKM Rp2,4 Juta Cair untuk 12 Juta Pelaku Usaha

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 09 Februari 2021 13:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 320 2359160 blt-umkm-rp2-4-juta-cair-untuk-12-juta-pelaku-usaha-P6SLPrjp09.jpg BLT (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah telah menyalurkan BLT UMKM Rp2,4 juta pada 2020. BLT UMKM atau disebut banpres produktif usaha mikro 2020 kepada 12 juta penerima

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, BLT UMKM telah disalurkan sebesar Rp28,8 triliun dalam bentuk Banpres produktif usaha mikro 2020 kepada 12 juta penerima. Mereka menerima sebanyak Rp2,4 juta dan berdasarkan hasil survei bantuan itu membuat masing-masing pelaku UMKM bertahan hingga 12 bulan.

"Dari survei yang kami lakukan terkait dampak PEN 2020, sebanyak 59% mayoritas UMKM optimis dapat bertahan lebih dari 12 bulan," kata Teten kemarin.

Baca Juga: Cara Mencairkan BLT UMKM Rp2,4 Juta, Cek di Sini

Dia menyebutkan, UMKM cukup optimis bahwa omzet usaha dapat kembali normal dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Sebanyak 99% UMKM responden yang ikut mendaftar sudah menerima bantuan.

"58% dari responden membutuhkan tambahan modal untuk mempercepat pemulihan usaha, dan 49% membutuhkan kebutuhan tambahan modal berjumlah hingga Rp50 juta," ujarnya.

Dia menjelaskan, mayoritas responden menggunakan dana tersebut untuk pembelian bahan baku sebanyak 34%, pembelian barang modal 33%, dan pemenuhan kebutuhan pribadi 13%.

"Saya juga melaporkan bahwa realisasi tambahan subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sudah mencapai 98,78%, dengan nilai Rp4,9 triliun dari target Rp4,96 triliun," kata dia.

Dia menambahkan bahwa realisasi KUR Super Mikro mencapai 67,99% dengan nilai realisasi Rp77,75 miliar dari target Rp114,4 miliar. Realisasi pembiayaan investasi kepada koperasi melalui LPDB-KUMKM sudah mencapai 100% dengan nilai realisasi Rp1,29 triliun.

Sementara itu, untuk realisasi subsidi non-KUR (BLU Koperasi) baru mencapai 23,90% dengan nilai realisasi Rp32,27 miliar dari target Rp135 miliar.

"Ini target sasarannya 85 ribu debitur koperasi. Namun sedang dilakukan pengajuan relokasi anggaran menjadi Rp616,6 miliar dari Rp751 miliar," pungkas Teten.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini