Waspada Longsor, Jasa Marga Diminta Perkuat Tol Batang-Semarang

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 15 Februari 2021 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 15 320 2362317 waspada-longsor-jasa-marga-diminta-perkuat-tol-batang-semarang-OkKvpvqLEc.jpg BPJT Imbau Jasa Marga untuk Antisipasi Tol Longsor. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pengelola Jalan Tol Batang-Semarang diminta untuk melakukan antisipasi segera dalam menghadapi musim penghujan ini. Tujuannya, agar tidak terjadi lagi jalan amblas seperti di Tol Cikopo - Palimanan (Cipali).

Pelaksana Harian (Plh) Anggota BPJT Unsur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mahbullah Nurdin mengatakan, pihaknya sudah meminta kepada Jasamarga Semarang Batang sebagai operator untuk melakukan perbaikan dan penguatan. Mengingat curah hujan sangat tinggi.

Baca Juga: Menko Luhut Percepat Jalan Tol Tebing Tinggi-Sarbelawan

"Kelihatannya sama menggunakan bore pile deh, tapi lagi dikaji dulu indikasi penyebabnya oleh konsultannya Jasa Marga Batang Semarang, setelah itu baru bisa disimpulkan cara penanganannya seperti apa," ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (15/2/2021).

Menurutnya perbaikan dan penguatan perlu segera dilakukan. Jangan sampai, kasus jalan amblas kembali terjadi, apalagi jalan tol Batang-Semarang tergolong baru dibandingkan dengan Cipali.

Baca Juga: Ada Indikasi Longsor, BPJT Pelototi Jalan Tol Batang-Semarang

Jalan tol Cipali sendiri diresmikan pada Juni 2015 oleh Presiden Joko Widodo. Sedangkan jalan tol Batang-Semarang diresmikan pada Desember 2018 oleh Presiden Joko Widodo.

Artinya, jalan tol Batang-Semarang hingga saat ini baru berumur 2 tahun. Maka jika jalan tol tersebut amblas akan banyak pertanyaan mengenai kualitas jalan tol yang sudah dibangun tersebut dari masyarakat.

"Iya, makanya sudah kita minta untuk segera antisipasi karena sekarang curah hujannya juga ekstrim ya," kata Nurdin.

Curah hujan yang tinggi ini berpotensi menyebabkan longsor pada jalan tol Batang - Semarang. Berdasarkan perkiraannya, indikasi terjadinya longsor berada di kilometer 350 dan 364.

"Belum sih, cuma ada indikasi longsor karena ada saluran air yang mulai menggerus juga," ucap Nurdin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini