55.000 Pedagang Pasar Tanah Abang Bakal Divaksin Covid-19 Hari Ini

Binti Mufarida, Jurnalis · Rabu 17 Februari 2021 07:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 17 320 2363365 55-000-pedagang-pasar-tanah-abang-bakal-divaksin-covid-19-hari-ini-xgp5agShAH.jpg Pasar Tanah Abang (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan sebanyak 55.000 orang pedagang pasar Tanah Abang mendapatkan vaksin Covid-19 pada hari ini, Rabu (17/2/2021). Para pedagang ini masuk kelompok vaksinasi tahap dua untuk pekerja publik dan lansia.

“Sebagai tahap awal vaksinasi bagi pekerja publik akan dilakukan kepada pedagang pasar yang akan berlangsung di Pasar Tanah Abang,” kata Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Maxi Rein Rondonuwu.

 Baca juga: BPOM Ungkap Alasan Vaksin Sinovac Tetap Diuji Mutu

Maxi mengatakan vaksinasi 55.000 pedagang di Tanah Abang ini akan berlangsung selama 6 hari. “Dalam tahap awal, vaksinasi bagi pedagang pasar akan berlangsung selama 6 hari dan menargetkan 55.000 orang pedagang pasar di Tanah Abang,” katanya.

Program vaksinasi tahap kedua ini akan berlangsung mulai 17 Februari dan diharapkan dapat selesai pada Mei 2021. Total sasaran vaksinasi tahap kedua mencapai 38,5 juta orang yang terdiri dari 16,9 juta pekerja publik dan 21,5 juta Lansia.

Baca juga:  BPOM Segera Keluarkan Izin Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Pekerja publik terdiri dari Pendidik (guru dan dosen), pedagang pasar, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, pegawai pemerintah, TNI, Polri, Satpol PP, pelayan publik (perangkat desa, BUMN, BUMD, pemadam kebakaran), transportasi publik, atlet, wartawan dan pelaku sektor pariwisata (staf hotel, restoran dan tempat wisata).

Melihat besarnya target vaksinasi tahap kedua ini, maka pemerintah akan melakukan vaksinasi secara bertahap, dimulai pada 7 provinsi di Jawa dan Bali yang juga merupakan zona merah dengan jumlah pasien dan tingkat penyebaran tertinggi di Indonesia.

Sekitar 70 persen kasus Covid-19 berada pada 7 provinsi ini sehingga akan mendapatkan prioritas. Selain jumlah kasus yang tinggi, ketujuh provinsi ini juga merupakan daerah dengan banyak pemukiman padat sehingga laju penularan juga tinggi. Sisa 30 persen lainnya akan dibagikan ke provinsi lain.

“Kami meminta agar pemerintah daerah segera menghabiskan vaksin Tahap 1 yang sudah didistribusikan sebelum kami mengirim pasokan berikutnya mengingat vaksin ini ada batas kadaluarsanya yaitu 6 bulan,” ucap Maxi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini