BPTJ Sebut Masih Ada Sabun Kosong di Beberapa Stasiun dan Terminal

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 18 Februari 2021 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 320 2364473 bptj-sebut-masih-ada-sabun-kosong-di-beberapa-stasiun-dan-terminal-5MPARwKNa6.jpg Cuci Tangan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan menyebut secara keseluruhan penerapan protokol kesehatan di transportasi sudah cukup baik. Meskipun masih ada beberapa kekurangan seperti misalnya tempat cuci tangan yang ada di stasiun maupun terminal.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Polana B Pramesti mengatakan, sebenarnya fasilitas protokol kesehatan di stasiun dan terminal juga sudah tersedia dengan baik. Seperti tempat cuci tangan beserta sabun hingga marka antrian dan duduk penumpang.

Namun masih ada beberapa kekurangan yang harus diperbaiki oleh operator transportasi. Salah satunya pada sabun yang di beberapa stasiun dan terminal masih kosong.

"Namun masih ada beberapa lokasi yang kurang memperhatikan misalkan sabun kosong dan sebagainya," ujarnya dalam acara diskusi virtual, Kamis (18/2/2021).

Baca Juga: Duh! Masih Ada Penumpang Transportasi yang Tak Pakai Masker dengan Benar 

Sementara itu, peran petugas di beberapa stasiun dan terminal sudah dinilai cukup baik. Hal tersebut terlihat dari tidak henti-hentinya petugas mengingatkan penumpang untuk menerapkan protokol kesehatan baik itu menjaga jarak maupun tidak berbicara saat di kereta maupun bus.

"Peran petugas sangat signifikan sudah melaksanakan tugas dengan baik dengan penerapan protokol kesehatan dan mengingatkan penumpang untuk jaga jarak dan tidak berbicara di kereta dan bus," kata Polana.

Dari sisi penumpang, Polana juga menyebut masyarakat sudah memiliki kesadaran tinggi dalam penerapan protokol kesehatan. Meskipun dalam beberapa kasus masih harus diingatkan oleh petugas keamanan yang berjaga di lapangan.

"Penumpang juga dirasakan sudah memiliki kesadaran tinggi menerapkan protokol kesehatan meski masih ada yang harus diingatkan tapi secara garis besar patuh," kata Polana.


Ombudsman: Transjakarta Kekurangan Petugas Awasi Protokol Kesehatan

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menyebut jumlah petugas pada beberapa halte dan terminal Transjakarta masih sangat kurang. Apalagi, petugas ini harus mengawasi masyarakat atau penumpang yang akan menaiki penumpang agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

Anggota Ombudsman Republik Indonesia Alvin Lie mengatakan, pada beberapa terminal dan halte Transjakarta hanya ada satu orang petugas yang bertugas untuk mengukur suhu tubuh. Padahal pada jam berangkat kerja, jumlah penumpang cukup banyak.

"Jumlah petugas relatif kurang terutama pada pagi hari pada puncak. Pada beberapa terminal atau halte TJ itu petugasnya hanya 1 orang untuk ukur suhu tubuh padahal jam 7 8.30 penumpang cukup banyak," ujarnya.

Belum lagi, petugas yang berjaga ini juga harus membantu penumpang yang bermasalah di gerbang masuk atau kendala lainnya. Tak jarang hal ini menimbulkan antrean.

"Petugas yang terbatas juga membantu penumpang yang masalah tap kartu atau kesulitan memberikan kartu top up dan sebagainya," jelasnya.

Selain kekurangan petugas di halte dan terminal Transjakarta, di dalam bus juga menjadi salah satu perhatian. Karena petugas yang ada di dalam bus hanya sopir atau driver yang artinya tidak ada lagi petugas yang membantu mengawasi di dalam bus.

"Kemudian di bus hanya ada Driver. Tidak ada petugas di dalam bus. Driver hanya fokus mengemudi sehingga ketertiban di dalam bus hanya berdasarkan kesadaran penumpang sendiri," jelas Alvin Lie.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini