BI: Ekonomi Indonesia Mulai Pulih Bertahap

Fakhri Rezy, Jurnalis · Jum'at 26 Februari 2021 16:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 320 2368929 bi-ekonomi-indonesia-mulai-pulih-bertahap-givhXHMH8D.jpg Grafik ekonomi (Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melihat pemulihan ekonomi global mulai terlihat. Bahkan, diprakirakan akan terus berlanjut.

Menyikapi perkembangan tersebut dan hasil asesmen keseluruhan, Bank Indonesia dalam dalam Rapat Dewan Gubernur tanggal 17-18 Februari 2021 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 3,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%.

 Baca juga: Ekonomi Global Pulih dari Covid-19, Gubernur BI: China-AS Sudah Bangkit

"Konsisten dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah dan stabilitas nilai tukar Rupiah yang terjaga, serta sebagai langkah lanjutan untuk mendorong momentum pemulihan ekonomi nasional," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI erwin haryono, Jakarta, Jumat (26/2/2021).

Selain itu, Bank Indonesia juga menempuh langkah-langkah kebijakan sebagai tindak lanjut sinergi kebijakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam Paket Kebijakan Terpadu untuk Peningkatan Pembiayaan Dunia Usaha dalam rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi. Demikian intisari Laporan Kebijakan Moneter (LKM) Triwulan IV 2020 yang terbit Kamis, 25 Februari 2021.

 Baca juga: Sri Mulyani Sebut Jurang Ekonomi Asia Makin Lebar

Menurut laporan tersebut, implementasi vaksinasi dan sinergi kebijakan nasional diprakirakan akan mendorong momentum pemulihan ekonomi nasional ke depan. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 4,3%-5,3% pada 2021 dengan inflasi yang diprakirakan tetap terkendali dalam sasaran 3,0%±1%.

"Sementara itu, defisit transaksi berjalan diprakirakan tetap rendah yaitu sekitar 1,0%-2,0% dari PDB, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal ekonomi Indonesia. Di sisi lain, pertumbuhan kredit/pembiayaan diprakirakan sebesar 5%-7%," ujarnya.

Dirinya mengatakan, LKM menyediakan data, analisis, dan proyeksi ekonomi untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat luas mengenai berbagai pertimbangan yang melandasi keputusan kebijakan moneter yang ditempuh Bank Indonesia. LKM tersebut dipublikasikan secara triwulanan oleh Bank Indonesia setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini