4 Merek Vaksin Covid-19 Dilarang untuk Vaksinasi Mandiri

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 26 Februari 2021 17:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 320 2368999 4-merek-vaksin-covid-19-dilarang-untuk-vaksinasi-mandiri-WxXP93RLmN.jpg Vaksin Covid-19 (Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah menetapkan empat jenis vaksin Covid-19 yang tidak dapat digunakan dalam proses vaksinasi gotong royong atau mandiri. Keempat jenis vaksin tersebut adalah vaksin Sinovac, Astrazeneca, Novavax, dan Pfizer.

Keputusan itu didasarkan pada antisipasi agar tidak terjadi kebocoran vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk vaksin gotong royong.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19, Indra Sjafri: Terima Kasih Pemerintah atas Perhatiannya

"Saya tegaskan bahwa vaksin yang tidak bisa digunakan dalam vaksinasi gotong royong adalah vaksin Sinovac, Astrazeneca, Novavax, dan Pfizer," ujar Juru Bicara Kemenkes untuk vaksinasi, Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual Jumat (26/2/2021).

Pengadaan vaksin untuk vaksinasi gotong royong sendiri akan dilakukan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui PT Bio Farma (Persero). Pelaksanaanya akan dilakukan jika vaksin yang digunakan sudah tersedia di Indonesia.

 Baca juga: Ini Alasan Ruang Vaksinasi Covid-19 di DPR Dilarang Difoto dan Diliput

"Vaksin gotong royong akan tersedia jika sudah ada vaksinnya dan pengadaan vaksin gotong royong akan menjadi ranah Kementerian BUMN dan Bio Farma," katanya.

Jenis vaksin Covid-19 yang digunakan untuk vaksinasi mandiri pun harus mendapat persetujuan penggunaan pada masa darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) atau penerbitan nomor izin edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

Menteri BUMN Erick Thohir memastikan, jika vaksin yang digunakan merupakan vaksin Sinopharm dan Moderna. Dalam proses pengadaannya, Indonesia menargetkan ada 20,20 juta dosis yang akan dikirim ke Indonesia.

Dua produsen farmasi global itu, masing-masing akan menyediakan 15 juta dan 5,2 juta dosis vaksin. Meski begitu, pengiriman vaksin akan dilakukan secara bertahap. Sinopharm mulai mendistribusikan vaksin ke Indonesia pada Maret-Juni 2021. Sedangkan Moderna akan mulai mengirim pada Juli-Oktober tahun ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini