Vaksin Gotong Royong Dipastikan Tak Mengancam APBN

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 26 Februari 2021 18:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 320 2369015 vaksin-gotong-royong-dipastikan-tak-mengancam-apbn-s2P5bSNqNW.jpg Vaksin Covid-19 (Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan pengadaan vaksin Covid-19 untuk program vaksinasi gotong royong tidak memberatkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Koordinator PMO KPCPEN sekaligus Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebut, keputusan pemerintah ihwal merealisasikan aspirasi para pelaku usaha untuk ikut andil dalam proses vaksinasi Covid-19 patut diapresiasikan. Keputusan itu diundangkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021.

 Baca juga: 4 Merek Vaksin Covid-19 Dilarang untuk Vaksinasi Mandiri

"(Vaksinasi gotong royong) tanpa menambah beban anggaran negara itu patut disambut baik. vaksin gotong royong ditujukan untuk pada buruh dan karyawan swasta dan diberikan gratis, mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19," ujar Arya dalam konferensi pers virtual, Jumat (26/2/2021).

Arya menggarisbawahi, keterlibatan pelaku usaha dalam program vaksinasi nasional hanya semata-mata mempercepat herd immunity atau kekebalan tubuh masyarakat, khususnya para karyawan swasta. Upaya ini menjadi langka efektif dalam mencegah penularan Covid-19.

 Baca juga: WNA di RI Bisa Dapat Vaksin Gotong Royong

Ini langkah gotong royong yang biasa dilakukan bangsa kita, jika mengalami bencana. Dan bencana pandemi bagian dari itu sehingga semua stakeholder yang ingin membantu pemerintah, maka pemerintah akan membuka ruang kepada mereka," kata dia.

Kementerian BUMN juga memastikan, permenkes Nomor 10 Tahun 2021 tidak bertolak belakang dengan vaksinasi program pemerintah. Adapun merek vaksin yang tidak digunakan dalam vaksinasi program (subsidi) adalah vaksin Sinovac, Astrazeneca, Novavax, dan Pfizer.

Keputusan itu didasarkan pada antisipasi agar tidak terjadi kebocoran vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk vaksin gotong royong.

"Saya tegaskan bahwa vaksin yang tidak bisa digunakan dalam vaksinasi gotong royong adalah vaksin Sinovac, Astrazeneca, Novavax, dan Pfizer," ujar Juru Bicara Kemenkes untuk vaksinasi, Siti Nadia Tarmizi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini