Ada 2 Kategori, Ini Perbedaaan Vaksinasi Program dan Gotong Royong

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 26 Februari 2021 21:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 320 2369120 ada-2-kategori-ini-perbedaaan-vaksinasi-program-dan-gotong-royong-bumX3NUSnY.jpg Vaksin Covid-19 (Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencatat, ada dua kategori vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Keduanya adalah vaksinasi gotong royong (mandiri) dan vaksinasi program (subsidi).

"Ada dua vaksin, gratis dan vaksin gotong royong, jangan salah artikan, vaksin gotong royong gratis juga. Tapi berikan kesempatan ke swasta yang ingin mengadakan dan bagikan ke pekerjanya yang selama ini sudah bekerja dan loyal kepada perusahaan tersebut," ujar Erick dikutip Jumat (26/2/2021).

Baca juga: Apa Perbedaan Vaksin China, Sinovac dan Sinopharm Serta 5 Merek Lainnya?

Jika merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 10 Tahun 2021 ihwal Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19, vaksin gotong royong merupakan penamaan lain dari vaksin mandiri. Secara definisi, vaksinasi gotong royong adalah pelaksanaan vaksinasi kepada karyawan atau karyawati, keluarga dan individu lain terkait dalam keluarga yang pendanaannya ditanggung atau dibebankan pada badan hukum atau badan usaha.

Sementara vaksinasi program adalah pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat yang pendanaannya ditanggung atau dibebankan pada pemerintah. Dimana, biaya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Baca juga: Waspada! Vaksin Covid-19 Palsu Beromzet Miliaran Rupiah

Untuk penggunaan jenis vaksin Covid-19 dari kedua kategori vaksinasi tersebut pun berbeda. Artinya, vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi program tidak akan dipakai dalam vaksinasi gotong royong.

Dalam catatan pemerintah, pihak swasta membutuhkan 7,5 juta dosis vaksin. Meski begitu, pemerintah baru bisa menyediakan 3,5 juta dosis pada Maret 2021 mendatang. Targetnya, vaksinasi mandiri juga dilakukan pada Maret 2021.

Pemerintah menyepakati bahwa keterlibatan pihak swasta untuk melakukan vaksinasi Covid-19 secara mandiri kepada karyawan atau buruh. Meski begitu merek atau jenis vaksin yang digunakan bukanlah vaksin asal Sinovac, China.

Mantan Bos Inter Milan itu memastikan vaksin yang digunakan swasta merupakan vaksin Sinopharm dan Moderna. Dalam proses pengadaannya, Indonesia menargetkan ada 20,20 juta dosis yang akan dikirim ke Indonesia.

Dua produsen farmasi global itu, masing-masing akan menyediakan 15 juta dan 5,2 juta dosis vaksin. Meski begitu, pengiriman vaksin akan dilakukan secara bertahap. Sinopharm mulai mendistribusikan vaksin ke Indonesia pada Maret-Juni 2021. Sedangkan Moderna akan mulai mengirim pada Juli-Oktober tahun ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini