3,5 Juta Vaksin untuk Swasta, 6.644 Perusahaan Daftar Vaksinasi

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 28 Februari 2021 05:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 27 320 2369418 3-5-juta-vaksin-untuk-swasta-6-644-perusahaan-daftar-vaksinasi-rAsgXaYwWW.jpg Vaksinasi Mandiri. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah direncanakan akan mendistribusikan vaksin mandiri atau gotong royong pada Maret 2021 mendatang. Adapun jumlah vaksin yang disediakan untuk vaksinasi mandiri ini adalah sebanyak 3,5 juta dosis.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan, ketersediaan vaksin Covid-19 dari Sinopharm dan Moderna ke Indonesia mencapai 20,20 juta dosis. Dua produsen farmasi global itu, masing-masing akan menyediakan 15 juta dan 5,2 juta dosis vaksin.

“Untuk (vaksin) gotong royong, kita upayakan di bulan Maret (2021) ini kita akan didapatkan 3,5 juta vaksin," ujar Erick dalam gelaran virtual The Indonesia 2021 Summit, The Future is Now, Leading in The Era of Disruptions, beberapa waktu lalu.

Ada sejumlah fakta menarik dari pemberian vaksin kepada Swasta lewat vaksinasi mandiri ini. Berikut Okezone merangkumnya pada Minggu (28/2/2021).

1. Pengiriman Bertahap

Pengiriman vaksin akan dilakukan secara bertahap. Sinopharm mulai mendistribusikan vaksin ke Indonesia pada Maret-Juni 2021. Sedangkan Moderna akan mulai mengirim pada Juli-Oktober tahun ini.

Pemerintah juga memastikan vaksin gotong royong akan diberikan secara gratis. Saat ini ada dua kategori vaksinasi di Indonesia, baik vaksin mandiri atau pun bantuan pemerintah (Subsidi).

Baca Juga: Permenkes Vaksinasi Mandiri Terbit, Begini Aturannya

Kedua jenis vaksinasi itu akan diberikan secara gratis. Untuk mandiri, skema vaksinasi akan difasilitasi oleh para pemilik perusahaan atau swasta kepada karyawan. Sementara vaksin subsudi ditangani langsung pemerintah.

2. Ada 360 Juta Vaksin Bakal Disuntikan ke 70 Masyarakat Indonesia.

Secara general, pemerintah menargetkan akan ada 360 juta vaksin yang nantinya diberikan kepada 70 persen dari total penduduk Indonesia. Jumlah vaksin itu akan digunakan untuk vaksinasi mandiri dan subsidi.

3. Ada 6.644 Perusahaan Telah Mendaftar

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mencatat ada 6.644 perusahaan yang telah mendaftarkan diri sebagai fasilitator program vaksinasi gotong royong atau mandiri. Sementara kebutuhan vaksin covid-19 bagi karyawan diperkirakan mencapai 7,5 juta dosis.

Baca Juga: Ada 2 Kategori, Ini Perbedaaan Vaksinasi Program dan Gotong Royong

4. Perusahaan Beli dari Pemerintah

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan pelaksanaan vaksinasi mandiri atau gotong royong yang dilakukan swasta berasal dari BUMN. Proses pembelian itu diwajibkan pemerintah kepada perusahaan swasta dalam negeri.

Dalam catatan pemerintah, pihak swasta membutuhkan 7,5 juta dosis vaksin. Meski begitu, pemerintah baru bisa menyediakan 3,5 juta dosis pada Maret 2021 mendatang. Targetnya, vaksinasi mandiri juga dilakukan pada Maret 2021.

“Tidak kalah penting vaksin gotong royong bantu percepatan ini (penanganan Covid-18). Ini gratis tapi melibatkan swasta. Mereka beli dari pemerintah atau BUMN dan dibagikan pada para pekerja di perusahaan swasta," ucapnya.

5. Pemerintah Terbitkan Auran Vaksinasi Mandiri

Pemerintah menetapkan regulasi vaksinasi jalur mandiri atau gotong royong yang dilakukan oleh pihak swasta. Aturan tersebut dibukukan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021.

Dalam beleid itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menetapkan batas harga vaksin yang dilakukan oleh pelayanan kesehatan milik masyarakat atau swasta. Batas harga itu akan ditetapkan lewat peraturan berikutnya.

Aturan itu juga menegaskan bahwa swasta wajib membeli vaksin mandiri ke pemerintah atau BUMN. Sementara proses vaksinasi ke karyawan akan dilakukan secara gratis.

Sementar itu, distribusi vaksin Covid-19 ke daerah dan fasilitas layanan kesehatan dilakukan melalui Bio Farma selaku Holding BUMN Farmasi.

Dalam menjalankan penugasan tersebut, Bio Farma bisa melibatkan atau bekerja sama dengan pihak ketiga. Meski begitu, saat ini manajemen perseroan pelat merah itu masih menunggu regulasi teknis perihal distribusi dan proses vaksinasi mandiri.

6. Ada 4 Jenis Vaksin Mandiri yang Akan Digunakan

Pemerintah menetapkan empat jenis vaksin mandiri yang tidak dapat digunakan dalam proses vaksinasi gotong royong atau mandiri. Keempat jenis vaksin tersebut adalah vaksin Sinovac, Astrazeneca, Novavax, dan Pfizer.

Keputusan itu didasarkan pada antisipasi agar tidak terjadi kebocoran vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk vaksin gotong royong.

Pengadaan vaksin untuk vaksinasi gotong royong sendiri akan dilakukan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui PT Bio Farma (Persero). Pelaksanaanya akan dilakukan jika vaksin yang digunakan sudah tersedia di Indonesia.

7. Vaksin Mandiri Tak Pakai APBN

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan pengadaan vaksin mandiri untuk program vaksinasi gotong royong tidak memberatkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Koordinator PMO KPCPEN sekaligus Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebut, keputusan pemerintah ihwal merealisasikan aspirasi para pelaku usaha untuk ikut andil dalam proses vaksinasi Covid-19 patut diapresiasikan. Keputusan itu diundangkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021.

Arya menggarisbawahi, keterlibatan pelaku usaha dalam program vaksinasi nasional hanya semata-mata mempercepat herd immunity atau kekebalan tubuh masyarakat, khususnya para karyawan swasta. Upaya ini menjadi langka efektif dalam mencegah penularan Covid-19.

“Ini langkah gotong royong yang biasa dilakukan bangsa kita, jika mengalami bencana. Dan bencana pandemi bagian dari itu sehingga semua stakeholder yang ingin membantu pemerintah, maka pemerintah akan membuka ruang kepada mereka," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini