Vaksinasi Bikin Orang Super Kaya di Asia Lebih Percaya Diri

Sabtu 27 Februari 2021 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 27 455 2369338 vaksinasi-bikin-orang-super-kaya-di-asia-lebih-percaya-diri-x5i0NeTIsl.jpg Vaksinasi Bikin Orang Kaya Lebih Percaya Diri. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Laju perekonomian mulai menjunjukan tanda pemulihan setelah vaksinasi di sejumlah negara dilakukan. Hal ini diprediksi akan membuat jumlah orang kaya seperti di Indonesia bertambah.

Meski pandemi Covid-19 masih ada, perusahaan properti yang bermarkas di London, Knight Frank Wealth Report 2021, mengungkapkan bahwa jumlah taipan di Asia Pasifik paling tinggi dibandingkan kawasan lain dan mencapai 36% dari data dunia.

Dan pada 2025, jumlah orang super kaya di Asia Pasifik diperkirakan mencapai seperempat dari jumlah orang kaya dunia.

Baca Juga: Asal Mula Istilah Crazy Rich

Kepala Unit Residensial Knight Frank untuk Asia-Pasifik, Victoria Garret, mengatakan, pandemi Covid-19 memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia, namun secara umum, Asia Pasifik beradaptasi dengan adanya tren dan peluang baru. Hal ini memperkuat posisi sebagai kawasan orang super kaya.

"Vaksin telah diluncurkan di seluruh dunia, dan individu yang super kaya di Asia Pasifik lebih percaya diri dalam upaya pemulihan," kata Victoria, dikutip dari BBC Indonesia, Sabtu (27/2/2021).

Menurut data dari Fitch Solutions bulan ini, pertumbuhan ekonomi negara-negara di Asia akan cukup baik.

Baca Juga: Jumlah Crazy Rich di Indonesia Diprediksi Bertambah Banyak, Simak Faktor Penyebabnya

Laporan Fitch menunjukkan pertumbuhan China diperkirakan 10,2% tahun 2021, setelah melambat hanya 2,3% pada 2020 dan China akan menjadi negara Asia dengan pertumbuhan terpesat.

"Kami perkirakan India akan menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi kedua tertinggi dengan 9,5% menyusul kontraksi pada 2020 sebesar 8,6%," tulis laporan tersebut.

Pertumbuhan produk domestik bruto Indonesia diperkirakan meningkat antara 4,5% sampai 5,5% tahun ini setelah kontraksi hampir 2,1% pada 2020.

Program vaksinasi dimulai Januari lalu dengan sasaran 181 juta orang - 70% penduduk - divaksin pada Maret 2022.

Namun, momentum pemulihan ekonomi masih dibayangi ketidakpastian.

"Pada 2021, kami tetap berhati-hati dalam memperkirakan pulihnya permintaan domestik," kata Ekonom Oxford Economics Sung Eun Jung.

"Pengetatan kembali kegiatan masyarakat di Jawa-Bali pada Januari akan menyebabkan semakin melemahnya momentum pemulihan ekonomi terkait konsumsi," kata Sung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini