Potensi Capai Rp180 Triliun, Wapres Sebut Dana Wakaf Baru Sebatas Masjid dan Madrasah

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 04 Maret 2021 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 320 2372388 potensi-capai-rp180-triliun-wapres-sebut-dana-wakaf-baru-sebatas-masjid-dan-madrasah-R1t8tqaRos.jpg Wapres Ma'ruf Amin. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, selain produk halal, wakaf juga memiliki potensi yang sangat besar. Diperkirakan potensinya mencapai Rp180 triliun.

Potensi yang besar ini sayangnya masih kurang untuk didorong. Sebab selama ini, penyaluran dan pengumpulan wakaf di Indonesia baru sebatas 3M yakni Masjid, Madrasah dan Makan.

Baca Juga: 7 Fakta Gerakan Wakaf Uang, Dijamin Tidak Masuk Kantong Negara

“Wakaf ini potensinya besar sekali kurang lebih Rp180 triliun. Selama ini baru hanya wakaf yang terkenal lewat 3M saja Masjid, Madrasah kemudian Makam. Itu wakaf kita selama ini,” ujarnya dalam acara Potensi Wakaf Besar, Tapi Literasinya Rendah secara virtual, Kamis (4/3/2021).

Maksud Ma’ruf Amin, wakaf yang dilakukan selama ini hanya sebatas tanah saja dan belum masuk ke wakaf uang. Padahal wakaf yang memiliki potensi yang lebih besar dibandingkan tanah yang berupa barang.

“Wakaf uang ini lebih besar potensinya pertama dia lebih fleksibel untuk bisa dinvestasikan. Kedua orang berwakaf tidak harus besar seperti tanah sekian meter. Ini kecil dan besar,” jelasnya.

Baca Juga: Wakaf Uang Tak Masuk ke Kantong Negara tapi ke Sini

Hal ini juga yang menjadi salah satu alasan pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang pada 25 Januari 2021 lalu. Dalam gerakan ini, wakaf yang sudah disalurkan oleh masyarakat tetap harus betul-betul terjaga nilainya.

“Kemudian pengelolaan karena wakaf harus dijaga maka dia juga terjaga kemudian harus diinvestasikan ke tempat yang aman karena itu perlu dilakukan penanganan secara profesional dan terarah,” jelasnya.

Oleh karena itu, tata cara pengumpulan dan pemanfaatanya pun harus dilakukan secara profesional. Sehingga, dana wakaf uang ini harus diinvestasikan di tempat yang aman.

“Kemudian bisa dinvestasikan melalui cara-cara yang lebih profesional jadi pengumpulan juga belum dilakukan secara profesional, secara teratur karena itu perlu digerakin. Itu makanya digerakan secara lebih masif,” kata Ma’ruf.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini