Alasan Presiden Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing

Ferdi Rantung, Jurnalis · Kamis 04 Maret 2021 17:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 320 2372407 alasan-presiden-jokowi-gaungkan-benci-produk-asing-iZeMFrQzxq.jpg Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing.(Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengaku mendapatkan banyak pertanyaan atas pernyataan Presiden Joko Widodo yang menggaungkan benci buatan asing. Dia mengatakan bahwa dasar ungkapan kebencian berasal dari laporan dirinya kepada Presiden terkait praktik kecurangan perdagangan.

"Perlu saya luruskan di sini bahwa sebenarnya ada background yang menyertai pernyataan Bapak Presiden yaitu laporan saya kepada beliau bahwa ada praktik yang tidak sesuai dengan peraturan perdagangan," kata Lutfi dalam konferensi pers rapat kerja Kemendag, Kamis (4/3/2021)

Baca Juga: Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing, Pedagang Pasar: Ini yang Kami Tunggu

Dia menjelaskan, praktik tersebut berasal dari e-commerce mendunia yang melakukan predatory pricing atau harga yang membunuh kompetisi sehingga tidak terjadi keadilan.

"Sehingga tidak menciptakan perdagangan yang membawa manfaat baik buat pembeli dan penjual," ujarnya.

Baca Juga: Gaungkan Benci Produk Asing, Jokowi Ingin Merek Indonesia Jadi Primadona di Mal

"Saya ingin luruskan bahwa saya memohon beliau (Presiden) untuk membuka rapat kerja perdagangan. Jadi beliau membenci produk tersebut karena banyak UMKM yang kehilangan prospeknya," ujarnya.

Presiden juga menyatakan bahwa Indonesia tidak boleh menjadi negara yang proteksionis. Sebab, hal ini akan berdampak pada perekonomian nasional.

Salah satu bukti Indonesia bukan negara proteksionisme di bawah Pemerintahan Jokowi adalah banyaknya perjanjian dagang antar negara. Saat ini Indonesia memiliki 25 perjanjian dagang.

"Indonesia tidak punya sejarah yang proteksionisme. Artinya kita bukan negara proteksionis, karena kita sadar proteksionisme tidak menambah kesejahteraan bagi Indonesia," tandasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini