Minat Masyarakat Investasi Pasar Modal Masih Rendah, Kenapa Ya?

Aditya Pratama, Jurnalis · Jum'at 12 Maret 2021 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 12 278 2376563 minat-masyarakat-investasi-pasar-modal-masih-rendah-kenapa-ya-ixFgIrYDHS.jpg Minat Investasi Masyarakat terhadap Pasar Modal Masih Rendah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Ketua Eksekutif Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen menyebut bahwa literasi dan inklusi keuangan di pasar modal berada pada angka yang rendah. Hal ini diketahui berdasarkan hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan 2019.

"Literasi dan inklusi keuangan di pasar modal masih jauh dari harapan terutama dari sektor lainnya, yaitu sekitar 4,9% untuk tingkat literasi dan 1,55% untuk tingkat inklusi di sektor pasar modal," ujar Hoesen dalam acara launching Inovasi Edukasi Digital untuk Pasar Modal Indonesia, Jumat (12/3/2021).

Baca Juga: Gaet Investor Baru, BEI Siapkan 4 Terobosan Baru

Dia menambahkan, dengan beragam inovasi yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti menyelenggarakan IDX virtual, halaman edukasi investasi di laman BEI beserta Modul SPM (Sekolah Pasar Modal) Digital, Kompetisi Galeri Investasi BEI, dan Galeri Investasi Edukasi BEI serta Galeri Investasi Digital BEI diharapkan dapat mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan pasar modal di seluruh Indonesia.

"Dengan adanya inovasi edukasi digital ini, diharapkan dapat meningkatkan optimisme tercapainya tingkat literasi dan inklusi di sektor pasar modal yang lebih tinggi," kata dia.

Baca Juga: Jumlah Investor Pasar Modal Bertambah 4,5 Juta, Didominasi Anak Muda

Hoesen juga menyebut bahwa OJK juga turut hadir dan berpartisipasi dengan mengeluarkan berbagai kebijakan strategis khususnya di bidang pasar modal. Sepanjang tahun 2020, OJK telah mengeluarkan 35 kebijakan di pasar modal dalam merespon dampak pandemi Covid-19.

Beberapa kebijakan digitalisasi juga telah dikeluarkan OJK di pasar modal dalam rangka peningkatan transaksi, peningkatan jumlah investor dan kemudahan proses perizinan, beberapa diantaranya, yaitu simplifikasi pembukaan rekening, di mana pembukaan rekening efek tanpa perlu tanda tangan basah calon investor dan prosesnya kurang lebih di bawah satu jam.

"Selain itu, ada juga sistem elektronik Indonesia public offering atau e-IPO, sistem ini membantu proses penawaran perdana menjadi lebih efisien, efektif dan transparan melalui pendekatan teknologi informasi," ucapnya.

"Di samping itu, IDX Virtual Trading juga telah diluncurkan oleh BEI. Jadi, perangkat dan alat simulasi trading sebagai sarana edukasi yang dapat digunakan untuk calon investor sebelum menjadi investor," sambungnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini