Share

Sulitnya Mengatur BPR, Ketua OJK: Lokasinya Jauh dan Pengurusnya Tidak Paham

Hafid Fuad, Jurnalis · Senin 15 Maret 2021 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 15 320 2377887 sulitnya-mengatur-bpr-ketua-ojk-lokasinya-jauh-dan-pengurusnya-tidak-paham-RMkQ3ewtc1.jpg OJK. Foto: Okezone

JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengungkapkan mengurus Bank Perkreditan Rakyat atau (BPR) lebih sulit karena size yang kecil dan gagap teknologi. Berdasarkan data OJK menunjukkan terdapat 1.669 BPR yang menggarap pasar mikro dan kecil.

Mayoritas atau 1.506 termasuk konvensional dan 163 merupakan BPR syariah. Sementara bank umum yang diawasi saat ini berjumlah 107 bank.

Baca Juga: Izin Usaha BPR Sewu Bali Dicabut, Gimana Nasib Nasabah?

"Bank umum lebih baik secara governance dan sudah transparan. Tapi BPR kecil-kecil dan letaknya jauh. Bahkan karena ukurannya terlalu kecil lalu pengurusnya tidak terlalu paham," kata Wimboh dalam sesi webinar (15/3/2021).

Menurutnya saat ini pengawasan BPR sulit dilakukan secara harian atau day to day karena sulitnya digitalisasi khususnya dalam pelaporan data. "Sehingga kalau ada masalah fraud BPR kita lakukan enforce penutupan dan dana nasabah diganti melalui LPS," katanya.

Baca Juga: OJK Perpanjang Relaksasi untuk BPR dan BPRS hingga Maret 2022

Karena itu OJK akan segera melakukan digitalisasi untuk BPR meliputi agregator informasi, produk dan layanan paripurna, peningkatan kemampuan penyampaian laporan yang ditargetkan harian, dari sebelumnya bulanan atau triwulanan. "BPR akan diawasi secara digital dan seluruh aktivitasnya terhubung langsung dengan kantor pusat OJK agar aktivitasnya diawasi ketat," jelasnya.

Digitalisasi kepada BPR juga untuk meningkatkan inklusi keuangan kepada masyarakat mengingat keberadaan BPR dekat dengan nasabah mulai di pinggiran kota, pedesaan bahkan di daerah terisolasi.

Berdasarkan data OJK total aset per Desember 2020, pangsa pasar industri BPR mencapai 91,21% atau Rp155 triliun, tumbuh 3,64% secara tahunan.

Sedangkan untuk BPR Syariah, memiliki pangsa pasar 8,79% atau Rp14,95 triliun, tumbuh 8,67% secara tahunan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini