Intip Kecanggihan Bandara Kuabang Rp300 Miliar

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 24 Maret 2021 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 24 320 2383238 intip-kecanggihan-bandara-kuabang-rp300-miliar-PXxEmMxWK3.jpg Jokowi Resmikan Bandara Kuabang. (Foto: Okezone.com/Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk menyiapkan penerbangan reguler ke Bandara Kuabang di Halmahera Utara, Maluku Utara. Dalam satu minggu, minimal ada penerbangan yang bisa terbang ke Bandara Kuabana.

Budi Karya Sumadi mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan pihak maskapai. Komunikasi ini adalah untuk mengadakan penerbangan regular dari dan ke Bandara Kuabang.

Baca Juga: Jokowi Ingin Bandara Kuabang Jadi Titik Pertumbuhan Ekonomi Baru

Apalagi lanjut Menhub, kehadiran Bandara Kuabang akan saling melengkapi dengan bandara Sultan Babullah di Ternate. Oleh karena itu, dirinya pun mengusulkan, untuk dilakukan pelebaran jalan dari Sofifi, Ibu Kota provinsi Maluku Utara, menuju ke Bandara Kuabang untuk melancarkan dan mempercepat pergerakan masyarakat.

“Bandara ini menjadi kebanggaan masyarakat Maluku Utara,” ujarnya dalam keteranganya, Rabu (24/3/2021).

Baca Juga: Jokowi: Bandara Melatih Disiplin Masyarakat karena Harus Tepat Waktu

Menurut Menhub, keberadaan Bandara Kuabang sangat penting. Karena bandara yang dibangun dengan anggaran lebih dari Rp300 miliar itu dapat meningkatkan konektivitas dan mempermudah aksesibilitas masyarakat di Provinsi Maluku Utara dan sekitarnya.

“Dengan anggaran lebih dari Rp300 miliar dan panjang runway 2.400 m, cukup panjang dan sangat memadai untuk meningkatkan konektivtias, pariwisata, dan kegiatan ekonomi di Maluku Utara,” kata Menhub.

Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara telah menyelesaikan pengembangan gedung terminal penumpang Bandara Kuabang. Pengembangan ini menyesuaikan dengan kemampuan sisi udara yang telah memiliki runway sepanjang 2400 m x 30 m.

Sebagai pendukung aksesibilitas transportasi Ibukota provinsi, sudah selayaknya Bandara Kuabang didarati oleh pesawat jenis narrow body. Apalagi, bandara ini juga memiliki landasan hubung (taxiway) 100m x 23m dan landasan parkir (apron) 157m x 72m, yang mampu menampung sebanyak 3 pesawat jenis ATR dan 1 pesawat boeing.

Bandara Kuabang difungsikan sebagai alternatif dari Bandara Sultan Babullah di Ternate yang berlokasi dekat dengan daerah Sofifi sebagai Ibukota Provinsi Maluku Utara. Lokasi Bandara Sultan Babullah Ternate yang berdekatan dengan Gunung Gamalama dan Gunung Dukono yang sangat aktif, kerap kali mengalami gangguan operasional akibat sering terjadinya letusan kedua gunung tersebut.

Posisi Bandara Kuabang yang berjarak 85 km dari Sofifi dinilai sangat strategis dan tidak terdampak letusan dari kedua gunung tersebut. Sehingga Kemenhub menilai bandara ini layak untuk dikembangkan.

Apalagi, Bandara Kuabang merupakan salah satu pintu masuk melalui udara di Kabupaten Halmahera Utara. Keberadaan bandara ini sangat penting untuk membuka aksesibilitas dan konektivitas dari dan ke Kabupaten Halmahera Utara.

Di mana daerah ini memiliki sejumlah destinasi wisata alam dan bahari andalan. Seperti misalnya Pantai Luari, Taman laut Tupu-Tupu, Taman laut Tagalaya, Taman laut Pawole, Laguna Tagalaya, Pulau Kakara, Pulau Bobale, Pulau-pulau kecil Loloda dan Pantai Panamboang.

Selain itu, bandara ini juga berpotensi melayani orang dan barang. Karena bisa mendukung operasional pertambangan emas yang ada di daerah Gosowong, Kabupaten Halmahera Utara, yang dikelola oleh perusahaan pertambangan nasional PT.Nusa Halmahera Minerals.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini