Share

Wapres Sebut Asuransi Syariah Punya Prospek Menjanjikan, Ini Alasannya

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 24 Maret 2021 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 24 320 2383424 wapres-sebut-asuransi-syariah-punya-prospek-menjanjikan-ini-alasannya-dvEsIKOUAB.png Wapres Maruf Amin (Foto: Setwapres)

JAKARTA - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan jika industri asuransi syariah di Indonesia memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Apalagi jumlah penduduk muslim Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di Dunia.

Ditambah, belakangan ini terjadi peningkatan halal awareness di kalangan menengah dan milenial. Sehingga menurutnya, kebutuhan akan produk dan jasa serta layanan serta keuangan yang memenuhi prinsip-prinsip syariah juga semakin meningkat.

Baca juga: 7 Alasan Kamu Harus Punya Asuransi Jiwa

Apalagi ditambah kondisi pandemi dan bencana yang melanda Indonesia dalam waktu satu tahun ke belakang. Hal ini semakin meningkatkan kebutuhan jasa perlindungan di kalangan masyarakat.

“Kondisi pandemi Covid-19 dan terjadinya bencana alam pada beberapa wilayah Indonesia mengakibatkan kebutuhan terhadap jasa perlindungan atas risiko jiwa, harta dan perusahaan juga semakin meningkat,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (24/3/2021).

Baca juga: Industri Asuransi Jiwa Minta Relaksasi PAYDI Berlaku Permanen

Apalagi, ada Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) juga memberikan sentimen positif terhadap perkembangan asuransi syariah di Indonesia. Sebab, salah satu fokus utama KNEKS adalah pengembangan dan perluasan usaha syariah melalui pembentukan pusat-pusat inkubasi pengusaha syariah di berbagai daerah sebagai pusat pembinaan dan penyemaian.

“Selain itu, akan dibangun pula pusat-pusat bisnis syariah (Syaria Business Center) yang didukung oleh infrastruktur digital sebagai sarana interaksi dan transaksi antar pelaku bisnis syariah," kata Wapres.

Oleh karena itu, Wapres meminta kepada Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) untuk berperan aktif. AASI juga harus bisa menjembatani para pemangku kepentingan seperti para ulama hingga masyarakat umum.

"Untuk itu, Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) sebagai wadah bagi perusahaan asuransi syariah dan perusahaan reasuransi syariah di Indonesia, diharapkan dapat terus berperan aktif mengoptimalkan perannya, menjembatani para pemangku kepentingan seperti ulama, pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan masyarakat, sehingga marwah ekonomi dan keuangan syariah dapat terjaga dengan baik," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini