Kemarin Wait and See, Kini Investor Minati Reksa Dana Berbasis Saham ETF

Rabu 31 Maret 2021 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 31 278 2387107 kemarin-wait-and-see-kini-investor-minati-reksa-dana-berbasis-saham-etf-BZr4Hzzy21.jpg IHSG (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pasar modal Indonesia khususnya pasar saham dipandang masih cukup menarik di tahun 2021. Setelah tahun 2020 IHSG dapat ditutup melebihi ekspektasi konsensus di level 5.700-5.800an, bukan tidak mungkin IHSG bergerak ke arah positif sesuai konsensus di level 6.800-an di tahun 2021.

Hal ini didukung oleh pemulihan ekonomi seiring mulai berjalannya program vaksinasi, stabilitas nilai tukar rupiah, iklim suku bunga rendah, serta peningkatan nilai investasi di Indonesia atas dampaknya penerapan omnibus law.

Bagi investor, tahun 2021 bisa jadi momen yang tepat untuk kembali berinvestasi di produk pasar modal dengan lebih aktif namun juga tetap terukur, setelah tahun 2020 investor cenderung memilih wait and see ataupun memilih investasi yang lebih low risk.

Baca Juga: IHSG Sesi I Anjlok 1,8% ke 5.963 

Beberapa sentimen yang telah disebutkan di atas berpotensi menjadi faktor yang baik untuk membawa IHSG tutup tahun dengan angka yang positif. Yang lebih menarik, minat investasi investor pada reksa dana berbasis saham khususnya ETF tercatat tumbuh double digit selama tahun 2020.

"Beberapa sentimen positif mulai terlihat. Mestinya ini sinyal baik untuk investor mulai melakukan penempatan pada instrumen investasi berbasis saham seperti reksa dana indeks - ETF," kata Direktur Utama PT Danareksa Investment Management (DIM) Marsangap P Tamba seperti dilansir Antara, Jakarta, Rabu (31/3/2021).

Marsangap menambahkan, aksi pemerintah yang akan mewajibkan Kementrian/Lembaga (KL) dari pusat hingga daerah untuk membeli produk dalam negeri adalah salah satu contohnya, demikian halnya dengan penyaluran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang juga diharapkan akan menjadi penggerak ekonomi yang saat ini terdampak pandemi.

DIM optimis Danareksa ETF MSCI Indonesia ESG Screened dapat menjadi salah satu pilihan investor pasar modal Indonesia. Produk ini berinvestasi dengan komposisi portofolio investasi minimum 80% dan maksimum 100% dari Nilai Aktiva Bersih pada Efek bersifat ekuitas yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia serta terdaftar dalam Indeks MSCI Indonesia ESG Screened. Pembentukan Danareksa ETF MSCI Indonesia ESG Screened tersebut merupakan kolaborasi DIM dengan Deutsche Bank sebagai Bank Kustodian serta Mandiri Sekuritas sebagai Dealer Partisipan.

Indeks MSCI Indonesia ESG Screened berisikan 18 saham dari 7 sektor dengan metode penyaringan negatif yang mana faktor yang dikecualikan dari segi Environment adalah nuklir, batu bara dan oil sand, dari segi Social adalah tembakau dan senjata api, senjata nuklir maupun senjata konvensional dan terakhir dari segi Governance adalah perusahaan yang melanggar prinsip UN Global Compact.

Selama tahun 2013 sampai 2020 Indeks MSCI Indonesia MSCI ESG Screened menunjukkan kinerja yang kompetitif dengan mengungguli indeks dalam negeri seperti IHSG, LQ45 dan IDX30 sebanyak 6 kali dari 8 tahun terakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini