Erick Thohir Waswas BUMN Tumbang, Berapa Kontribusi ke Ekonomi RI?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 08 April 2021 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 320 2391293 erick-thohir-waswas-bumn-tumbang-berapa-kontribusi-ke-ekonomi-ri-NsK6rjwzeS.jpg Erick Thohir (Okezone)

Dalam lampiran Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: PER-8/MBU/08/2020 perihal rencana strategis Kementerian BUMN tahun 2020-2024, Erick Thohir secara gamblang menjelaskan bahwa dari sisi kontribusi terhadap perekonomian nasional, BUMN secara konsisten mampu memberikan kontribusi di atas 16% terhadap PDB sejak 2018.

Meski demikian, bila dibandingkan dengan negara lain, kontribusi 16% masih terbilang kecil karena BUMN mampu mengumpulkan aset sebesar USD573 miliar. Sebagai perbandingan, pada tahun yang sama aset superholding Temasek Singapura sebesar USD227 miliar. Kontribusi Temasek terhadap PDB Singapura mencapai 21,6%.

Hal serupa juga dilakukan BUMN China, dimana, kontribusi perusahaan plat merahnya mampu memberikan keuntungan finansial terhadap PDB negara setempat hingga mencapai 58,4% dari total aset sebesar USD10,4 miliar. Sementara itu, superholding Malaysia masih tertinggal dengan Indonesia. Pada tahun yang sama, kontribusi Khazana sebesar USD1,4 miliar dari jumlah asetnya USD33 miliar.

"Hal ini mengindikasikan akselerasi kinerja BUMN perlu ditingkatkan, bukan hanya sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional, namun juga diharapkan dapat menjadi engine pertumbuhan itu sendiri," tulis lampiran dalam beleid tersebut.

Dari segi aset, dari data yang dipublikasi Kementerian BUMN, selama lima tahun terakhir aset perseroan plat merah mengalami kenaikan yang signifikan. Pada tahun 2015 aset BUMN tercatat sebesar Rp5.760 triliun, dan pada akhir 2019 menjadi sebesar Rp8.734 triliun. Angka ini menunjukan bahwa selama lima tahun terakhir aset BUMN tumbuh sebesar 51,63% atau rata-rata per tahunnya tumbuh 11 persen.

Ekuitas BUMN juga naik signifikan. Hingga akhir 2019, total Ekuitas seluruh perseroan mencapai Rp800 triliun. Sementara, laba bersihnya mencatatkan angka positif di akhirnya 2019 senilai Rp152 triliun. Meski begitu, angka ini menurun bila dibandingkan dengan periode yang sama 2018 yang mencapai Rp189 triliun.

Sementara itu, capital expenditure (Capex) atau belanja modal BUMN juga mengalami peningkatan. Pada 2015, jumlah agregat Capex dalam satu tahun mencapai Rp221 triliun. Angka ini semakin meningkat dari tahun ke tahun hingga puncaknya pada akhir 2019 belanja modal BUMN mencapai Rp361 triliun.

Berdasarkan perhitungan CAGR, pertumbuhan setoran dividen BUMN sebesar Rp50 triliun di tahun lalu. Pada periode yang sama, setoran pajak BUMN mencapai Rp284 triliun. Sementara Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada 2019 mencapai Rp135 triliun.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini