Tak Ditenggelamkan, KKP Minta Kapal Sitaan Dihibahkan ke Nelayan

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 15 April 2021 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 320 2395343 tak-ditenggelamkan-kkp-minta-kapal-sitaan-dihibahkan-ke-nelayan-XdBdhgXL4T.jpg Perikanan (Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menangkap 72 kapal maling ikan hingga kuartal I-2021. Tercatat ada 60 kapal berbendera Indonesia serta 17 lainnya berbendera asing dari Vietnam dan Thailand.

Plt Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Antam Novambar mengatakan bahwa mantan Menteri KKP Edhy Prabowo hanya 100 kapal dalam 1 tahun.

 Baca juga: Cara-Cara Kapal Maling Mencuri Ikan di Laut Indonesia

"Sekarang kita sudah bisa menyita 72 kapal baru 100 hari (kinerja Sakti Wahyu Trenggono). Mudah-mudahan kita bisa lebih meningkatkan lagi atau menindak para pelaku yang terutama dari asing," ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/4/2021).

Kemudian, kata dia puluhan kapal ilegal tersebut sedang ditangani secara hukum dengan kejaksaan. Saat ini 3 kapal telah diputus pengadilan (inkracht), 4 kapal proses persidangan, 5 kapal telah dilakukan penyerahan ke Jaksa (P-21 Tahap II), 9 kapal telah P-21 Tahap I, 32 kapal dalam proses penyidikan, 8 kapal diberikan sanksi administrasi dan 11 kapal dalam proses pemeriksaan pendahuluan.

 Baca juga: Curi Cumi, Modus Baru Pencurian Ikan Kapal Vietnam di Laut Natuna

"Jadi modus kapal ilegal ini nunggu, ini nggak bisa dikawal satu kapal, minimal dua kapal kita kawal ke Pontianak. Itu mereka tahu, begitu 2 kapal patroli kita mengawal ke Pontianak, mereka turun masuk ke daerah kita, itu jago-jagonya," ungkap dia.

Dia menilai kapal maling ikan yang disita itu lebih baik dihibahkan untuk nelayan karena ukurannya yang tidak terlalu besar dan bentuknya yang masih bagus.

"Kita kerja sama kejaksaan tolong pada saat penuntutan, sebetulnya tak boleh mempengaruhi hakim, tapi kita misi-misi sama hakim. Tolong lah daripada dimusnahkan, ditenggelamkan, ini cocok ukurannya nggak besar. Kalau nelayan Indonesia dikasih yang 100 GT, 200 GT bingung dia operasionalnya tinggi. Ini bagus kemarin cantik-cantik nih 40, 60, bagus, masih baru lagi yang kita sita," jelas dia.

Dia menambahkan dari 72 kapal maling ikan yang berhasil disita, pihaknya tidak tahu pasti berapa kerugian negara yang berhasil dicegah.

"Hitungannya dihitung dari mana saja yang dirusak sama dia, berapa kali dia main, belum telurnya, terumbu karangnya, mereka semua memakai alat tangkap yang merusak sumber daya. Dari dasar itu ditarik pakai alat mesin itu terumbu karangnya kena, ikan-ikan yang dilindungi di dalam pasir kena jadi kerugian ini sulit kita gambarkan. Luar biasa, itu aja bahasanya," tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini