Suplai Gas Melimpah tapi Tak Ada Pipa di Jateng

Senin 19 April 2021 11:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 320 2397022 suplai-gas-melimpah-tapi-tak-ada-pipa-di-jateng-UXmYKvKgSP.jpg PGN (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) bersama PT Jateng Pertro Energi (Jpen) menjalin komitmen tentang penyediaan pasokan dan infrastruktur gas bumi di Jawa Tengah.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Syahrial Mukhtar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan potensi pasar masih dapat berkembang karena demand terpusat di kawasan industri eksisting.

"PGN punya beberapa opsi sumber pasokan gas untuk Jawa Tengah, seperti Jimbaran Tiung Biru, Saka Muriah, dan LNG teluk Lamong,” kata Syahrial dilansir dari Antara, Senin (19/4/2021).

Baca Juga: Waduh, Gara-Gara Ini PGN Rugi USD264 Juta

Strategi penyaluran yang digunakan menggunakan beberapa moda yaitu gas pipa, Compressed Natural Gas (CNG), maupun gas alam cair (LNG) menyesuaikan dengan kebutuhan.

"MoU ini diharapkan dapat memberikan dukungan untuk penyediaan infrastruktur CNG," kata Syahrial.

Dia menjelaskan Jawa Tengah memiliki potensi geografis yang menguntungkan diapit dua provinsi besar yang kaya akan pasokan dan pasar gas.

Selain itu, Jawa Tengah juga merupakan tujuan dari dua pipa transmisi.

Dari sisi konsumen, Jawa Tengah banyak industri yang potensial menyerap gas bumi sebagai energi untuk produksi. Namun, kendala infrastruktur atau pipanisasi menyebabkan supply gas bumi di Jawa Tengah menjadi tidak optimal.

Baca Juga: Kebijakan Harga Gas Industri Dinilai Bisa Rugikan Investor PGN, Kok Bisa?

“PGN telah memiliki infrastruktur pipa transmisi Gresik-Semarang dan alokasi pasokan gas yang dapat disalurkan untuk industri di Jawa Tengah,' kata dia.

Penyaluran gas bumi bagi industri yang belum terjangkau jaringan pipa gas bumi dapat menggunakan moda CNG maupun LNG.

Saat ini PGN telah menyalurkan gas bumi ke 13 pelanggan industri komersial di Kawasan Industri Tambah Aji dan meluas ke Wijaya Kusuma melalui gas pipa dan CNG, menyalurkan gas bumi ke Pembangkit Tambak Lorok, serta melayani 7.093 rumah tangga.

Secara keseluruhan, volume penyerapan gas PGN mencapai 23,85 BBTUD. Di sisi lain, perseroan melihat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang terus tumbuh seiring dan makin banyak kawasan industri baru yang berkembang di Jawa Tengah.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini