Rapid Test Bekas di Kualanamu, Kimia Farma Pecat Petugas

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 30 April 2021 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 320 2403319 rapid-test-bekas-di-kualanamu-kimia-farma-pecat-petugas-SGOEr2FtRo.jpg Petugas Rapid Test Bekas di Kualanamu Dipecat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Kimia Farma Tbk memecat para oknum petugas setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara dalam kasus penggunaan kembali Alat Rapid Test Antigen di Bandara Kualanamu.

Selain pemecatan oknum petugas PT Kimia Farma Diagnostik, manajemen emiten juga menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib untuk dapat diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang–undangan yang berlaku.

Baca Juga: Erick Thohir Rombak Direksi dan Komisaris Kimia Farma, Ini Susunan Terbarunya

Corporate Secretary Kimia Farma, Ganti Winarno menyebut, langkah pemecatan menjadi hukuman yang maksimal atas seluruh tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, pihaknya akan melakukan evaluasi dan penguatan pelaksanaan Standard Operating Procedure (SOP) untuk memastikan seluruh kegiatan operasional sesuai ketentuan

"Kimia Farma berkomitmen melakukan evaluasi dan penguatan pelaksanaan Standard Operating Procedure (SOP) untuk memastikan seluruh kegiatan operasional sesuai ketentuan yang berlaku, sebagai upaya pencegahan kejadian serupa tidak terulang kembali," ujar Ganti, Jumat (30/4/2021).

Baca Juga: Heboh Rapid Test Antigen Bekas, Erick Thohir Diminta 'Sentil' Kimia Farma

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Dimana, aksi oknum tersebut harus diganjar hukuman yang sangat tegas. Erick mengatakan, tak habis pikir mengapa tindakan yang sangat tidak etis dan membahayakan kesehatan itu terjadi.

"Saya sendiri yang meminta semua yang terkait, mengetahui, dan yang melakukan dipecat dan diproses hukum secara tegas," ujar Erick.

Kimia Farma melalui anak usahanya, Kimia Farma Diagnostik, saat ini tengah melakukan investigasi terkait tindakan penggunaan kembali alat Rapid Test Antigen bekas. Penyelidikan dilakukan bersama dengan pihak aparat penegak hukum.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini