Wamendag: Sumatera Utara Punya Banyak Potensi Ekspor

Ferdi Rantung, Jurnalis · Jum'at 30 April 2021 17:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 320 2403643 wamendag-sumatera-utara-punya-banyak-potensi-ekspor-7IZte9651E.jpg Sumut Punya Banyak Potensi Ekspor. (Foto: Okezone.com/Pelindo 1)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan menawarkan sejumlah fasilias untuk meningkatkan pedagangan di Sumatera Utara (Sumut). Apalagi di tengah pandemi, Sumatera Utara tetap mencatat surplus neraca perdagangan sebesar USD 4,1 miliar.

Dalam pertemuan dengan Wagub Sumut Musa Rajekshah, Wamendag Jerry Sambuaga mengatakan, Sumatera Utara punya banyak potensi ekspor. Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan siap mendukung semua jenis kegiatan perdagangan Indonesia, termasuk di Sumut, baik sektor perdagangan rakyat yang tradisional maupun perdagangan modern harus terus didukung.

“Jangan lupa ekspor atau perdagangan luar negeri. Ini yang juga kita sedang genjot. Sumatera Utara punya banyak potensi ekspor. Kami berharap hasil perjanjian perdagangan bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi ekspor Sumatera Utara,” kata Jerry, Jumat (30/4/2021).

Baca Juga: Industri Furniture Raup Cuan meski Dilanda Pandemi Covid-19

Pada 2020, di tengah pandemi, Sumatera Utara tetap mencatat surplus neraca perdagangan sebesar USD4,1 Miliar (sampai dengan Desember 2020). Total ekspor Sumut mencapai USD8 Miliar dengan impor sebesar USD3,9 Miliar.

Sumut pun merupakan 10 besar kontributor perdagangan ekspor Indonesia. Beberapa komoditas unggulan Sumut antara lain Sawit, karet, sarang burung wallet, ikan dan sebagainya.

Baca Juga: Ekspor RI Lancar meski Ada Tsunami Covid-19 di India

Menurut Jerry, Kemendag punya berbagai macam fasilitasi baik dalam hal penyediaan sarana dan prasarana, pelatihan hingga sistem perdagangan. Salah satu dukungan dalam hal sistem perdagangan adalah dengan sistem resi gudang. Dengan sistem ini, kata Jerry, manfaatnya akan dirasakan baik oleh produsen, distributor sampai dengan konsumen.

“Pemerintah juga untung karena mendukung ketersediaan barang dan stabilitas harga. Jadi itulah sebabnya kami mendorong peningkatan implementasi SRG di seluruh Daerah, termasuk Sumatera Utara,” katanya.

Salah satu rencana SRG di Sumatera Utara adalah menggarap komoditas bawang merah. Yang menarik, Sumatera Utara juga sedang mengusahakan penanaman bawang putih secara massal. Bawang putih selama ini sebagian besar diimpor karena belum bisa diusahakan secara massal di Indonesia.

“Kalau ini berhasil tentu akan jadi terobosan baru dalam penyediaan bahan pokok dan penting di Indonesia. Kemendag siap mendukung agar produksi bisa berkelanjutan dengan support di sistem perdagangannya,” ujarnya.

Sementara itu, Wagub Sumut Musa Rajekshah atau yang sering disebut Bang Ijeck mengatakan, beberapa sektor ekonomi makin tumbuh dan terus difasilitasi. Di sektor pariwisata danau Toba sedang dikembangkan sebagai sektor super prioritas, dalam sektor industri sedang dibangun kawasan industri terpadu, dalam pertanian dan perkebunan sedang dibangun kawasan food estate dan sebagainya. Semua itu membutuhkan dukungan dari aspek perdagangan.

“Perdagangan adalah hilir dari semua kegiatan produksi. Barang dan jasa yang kita punya harus kita pasarkan. Itu sebabnya saya datang ke Wamendag untuk menjalin sinergi dan kolaborasi,“ tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini