Tak Ada 'Hilal', Industri Bandara Belum Akan Cuan

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Senin 24 Mei 2021 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 320 2414636 tak-ada-hilal-industri-bandara-belum-akan-cuan-1HlEk8vuwh.jpg Industri Bandara Masih Belum Pulih dalam Jangka Pendek. (Foto: OKezone.com

JAKARTA - Industri bandara domestik diproyeksikan masih tumbuh negatif dalam jangka pendek. Penyebabnya karena terkena dampak siginifikan dari pandemi virus corona.

Senior Manager Corporate Ratings Division Pefindo Martin Pandiangan mengatakan, industri bandara merupakan salah satu sektor yang terdampak signifikan dengan adanya pandemi Covid-19. Adanya larangan mudik pada tahun ini membuat industri bandara kehilangan momentum sehingga tidak dapat dimanfaatkan untuk menopang pertumbuhan kinerja industri.

Baca Juga: Pemulihan Industri Penerbangan RI Lebih Lambat Dibanding Vietnam dan Singapura

Sementara pendapatan dari sewa ruangan bandara, parkir, dan penginapan bandara juga mengalami dampak signifikan akibat sepinya bandaranya.

"Kami menilai dari sisi prospek dalam jangka pendek menengah akan tetap negatif akibat pandemi Covid-19. Kami juga memperkirakan secara industri akan membutuhkan lebih dari 24 bulan untuk pemulihan pendapatan hingga terlampaui masa sebelum pandemi," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Senin (24/5/2021).

Baca Juga: Vaksinasi Tak Jamin Bisa Pulihkan Industri Penerbangan

Menurut dia, adanya perjalanan liburan domestik diharapkan bisa membuat industri bandara pulih. Sementara untuk perjalanan bisnis dan internasional, Pefindo memproyeksikan akan membutuhkan waktu pemulihan yang lebih panjang.

"Kami memiliki keyakinan bahwa kondisi pasar domestik cenderung lebih kuat karena karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan sehingga transportasi udara akan menjadi moda transportasi utama seiring dengan pertumbuhan industri pariwisata," ungkapnya.

Dia menilai pemulihan industri bandara juga bergantung pada kompleksitas pembatasan perjalanan dan aktivitas program vaksinasi. Meski tingkat vaksinasi dosis pertama dan kedua di Indonesia saat ini belum mencapai 20% dari target nasional hingga pertengahan Mei 2021, dengan adanya rencana program vaksinasi umum yang rencananya dimulai pada Juli 2021 dan penerapan penggunaan GeNose di sejumlah bandara akan memberikan optimisme terhadap pemulihan industri bandara domestik.

"Selain itu, rencana pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara di semester II di tahun 2021, ini akan memberikan dampak yang signifikan terhadap arus lalu lintas pesawat maupun kargo internasional jika hal ini terealisasi," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini