Rumahkan dan Tawarkan Karyawan Resign, Sriwijaya Air: Untuk Memberikan Kepastian

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 25 Mei 2021 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 320 2415282 rumahkan-dan-tawarkan-karyawan-resign-sriwijaya-air-untuk-memberikan-kepastian-Ngp1J0iz92.jpg Sriwijaya Air (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sriwijaya Air Group buka suara terkait kabar dirumahkannya karyawan perseroan. Kabar tersebut muncul setelah memo Internal bernomor 139/INT/SJNAM/V/2021 yang beredar di publik.

Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Theodora Erika mengatakan, memo yang beredar di publik tersebut merupakan kebijakan resmi perseroan. Di mana ada dua opsi yang diberikan yakni merumahkan karyawan dan menawarkan karyawan untuk resign.

Baca Juga: Garuda-Sriwijaya Tumbang! Lion Air Buka Lowongan Kerja Jadi Pramugari, Lulusan SMA Bisa Daftar

"Terkait dengan adanya Memo Internal bernomor 139/INT/SJNAM/V/2021 yang telah beredar di publik, maka kami sampaikan bahwa memo tersebut adalah benar merupakan kebijakan resmi yang diambil oleh Manajemen Sriwijaya Air Group,” ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (25/5/2021).

Menurut Theodora Erika kebijakan tersebut diambil untuk memberikan kepastian kepada karyawan. Mengingat, keuangan perseroan terkena dampak dari pandemi covid-19.

“Kebijakan tersebut diambil oleh perusahaan guna memberikan kepastian kepada karyawan yang dirumahkan sebagai dampak pandemi Covid-19,” ucapnya.

Baca Juga:  17 Keluarga Korban SJ-182 Gugat Boeing ke Pengadilan Internasional, Paparkan Bukti Baru

Seperti diketahui, Khusus untuk Karyawan yang sedang dirumahkan baik pegawai tetap maupun PKWT yang bermaksud untuk mengundurkan diri, perusahaan memberikan kebjakan uang pisah. Adapun rinciannya yakni, karyawan dengan masa kerja kurang lebih 1 tahun sampai dengan 3 tahun diberikan uang pisah 1 bulan gaji.

Karyawan dengan masa kerja lebih dari 3 tahun sampai dengan 6 tahun diberikan uang pisah 2 bulan gaji. Dan karyawan dengan masa kerja lebih dari 6 tahun diberikan uang pisah 3 bulan gaji.

Perusahaan juga membebaskan biaya penalty kontrak kerja tetapi tidak termasuk pinjaman dana perusahaan bagi karyawan yang disetujui permohonan pengunduran dirinya. Perseroan juga mengubah kebijakan pengupahan kepada karyawan yang sedang dirumahkan dari imbal jasa 25% menjadi 10% dari gaji pokok.

Direksi bersama jajaran Manager agar segera menyampaikan informasi ini secara transparan kepada pegawai dalam unit kerja masing-masing yang terdampak sesuai point 1 sampai 3 tersebut diatas dan disampaikan secara langsung baik secara ofline maupun online

Kebijakan ini mulai berlaku sejak surat ini dikeluarkan sampai ada pemberitahuan selanjutnya. Jika mengacu dokumen tersebut, surat dikeluarkan per tanggal 21 Mei dan ditandatangani oleh Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) perseroan Anthony Raymond Tampubohon.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini