PNS Tak Update Data Masih Digaji?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 26 Mei 2021 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 26 320 2415829 pns-tak-update-data-masih-digaji-pqJf5QppcG.jpg PNS (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan pegawai negeri sipil (PNS) yang belum melakukan pembaharuan data akan tetap menerima gaji per bulannya. Namun, hak insentif akan diberhentikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum, dan Kerja Sama BKN Paryono mengatakan, gaji tetap diterima berdasarkan instansi masing-masing pegawai.

"Gaji itu sesuai instansi masing-masing, ya gaji masih dapat. Asal orangnya itu juga masih ada. Di sini kan hanya berupa data, yang tahu persis mereka bekerja atau tidak, ada orangnya tidak, itu instansi. Ini kembali ke instansi masing-masing," ujar Paryono, Rabu (25/5/2021).

Baca Juga: Sanksi PNS Tak Update Data

Di sisi sanksi, PNS yang tidak melakukan pemutakhiran data akan mengalami kemandegan karir. Langkah itu usai ditemukan adanya 97.000 data misterius PNS pada 2014 lalu.

Sanksi lain adalah pegawai bersangkutan tidak mendapatkan promosi jabatan ataupun hak-hak lainnya termasuk mutasi dan pensiun.

Baca Juga: Kerjasama dengan Korsel, RI Transformasi Digital PNS

"Sebenarnya sih kalau pegawai yang tidak melaporkan atau mendata ulang itu rugi sendiri. Karena data kepegawaian mereka itu tidak bisa berkembang," katanya.

Meski begitu, BKN masih memberikan kesempatan bagi PNS yang belum melakukan pendataan ulang. Namun, kesempatan itu dibarengi dengan sejumlah persyaratan seperti alasan belum dilakukannya pembaharuan data hingga status masih aktif.

Saat ini, BKN tengah menelusuri data fiktif puluhan ribu PNS tersebut. Upaya ini dilakukan agar tidak ada potensi kerugian negara yang ditanggung untuk membayar abdi negara tanpa adanya kinerja.

“Tetapi apakah dari sekian itu ada yang fiktif atau tidak, ya harus ditelusuri lagi. Ada kemungkinan ke sana (fiktif), ada juga tidak. Karena dari 90.000 itu yang menyampaikan atau mengaktifkan kembali datanya itu juga banyak ke BKN,” tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini