Erick Thohir: Telkom Jangan Hanya Jadi Sapi Perah Dividen!

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 02 Juni 2021 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 02 320 2418947 erick-thohir-telkom-jangan-hanya-jadi-sapi-perah-dividen-P2JfyUeJSR.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengungkapkan hasil pertemuan dengan manajemen Singapore Telecommunications Limited atau Singtel Group. Pertemuan itu perihal kerja sama di sektor konten digital.

Pemegang saham melalui meminta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, melalui Telkomsel dan Indihome untuk merealisasikan bisnis tersebut. Bahkan Erick menegaskan agar manajemen Telkom tidak saja menjadi 'sapi perah' dividen. Namun, menggandeng investor untuk memperluas bisnis intinya.

"Pertemuan saya dengan salah satu perusahaan Singtel di Singapura, saya memberi tantangan kepada Singtel, ayo sama-sama jangan hanya Telkom jadi sapi perah dividen saja. Tidak ada switch dari investor untuk menjadi digital ekonomi," ujar Erick, Rabu (2/6/2021).

Baca Juga: Abdee Slank Jadi Komisaris Telkom, Erick Thohir: Masa Musisi Tak Boleh Naik Kelas

Saat ditemui di kawasan Kementerian BUMN, dia menyebut, proses pengangkatan Dewan Komisaris pun didasari atas sejumlah pertimbangan. Salah satunya, penempatan orang-orang yang bisa mendorong kinerja Telkom kedepannya.

"Pemilihan komisaris pasti ada alasannya, yang namanya Telkom tidak boleh jadi sunset industry. Telkom jangan terjebak pada teks suara atau teks message, sekarang sudah free, sudah gratis, Telkom harus menjadi perusahaan digital konten," tutur dia.

Baca Juga: Abdee Slank Jadi Komisaris Telkom, Intip Besaran Gajinya

Senada, Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah mengatakan, pihaknya mulai berdiskusi dengan beberapa pihak dalam mengembangkan bisnis platform digital yang akan digarap secara kolaboratif.

Bisnis itu akan melibatkan para pengiklan, publisher, media, agensi. Hal ini sejalan dengan portofolio bisnis emiten yang beragam, sehingga tidak terlalu bergantung pada salah satu segmen bisnis.

Platform tersebut, menurut Ririek, tidak hanya sekedar membantu media, namun juga sebagai upaya untuk membendung penyebaran konten misinformasi, dan membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi langsung dari sumber yang terpercaya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini