Cegah Banjir Jakarta, Menko Airlangga Minta Proyek Bendungan Sukamahi Dipercepat

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 03 Juni 2021 17:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 320 2419684 cegah-banjir-jakarta-menko-airlangga-minta-proyek-bendungan-sukamahi-dipercepat-LWKQ0t9vzQ.jpg Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau pelaksanaan pembangunan PSN Bendungan Sukamahi. Pembangunan Bendungan Sukamahi di Kabupaten Bogor merupakan salah satu bagian Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditargetkan selesai di tahun 2021.

Sebagai bendungan kering (dry dam) pertama di Indonesia, progres pembangunan fisik Bendungan Sukamahi telah mencapai 75%. Dengan estimasi volume total tampungan 1,7 juta m3, bendungan ini diharapkan mampu mereduksi banjir Ibu Kota sebesar 12 m3/detik.

Baca Juga: Jokowi Marah Besar! Bangun Pelabuhan tapi Enggak Ada Akses Jalan, Apa-apaan?

“Bendungan Sukamahi ini tentunya diharapkan mampu memberikan peran strategis, baik dalam perspektif mitigasi bencana maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Kamis (3/6/2021).

Menko Airlangga berpesan agar usaha mitigasi bencana banjir ini sejalan dengan rekomendasi kebijakan dari Dewan Sumber Daya Air (SDA) Nasional.

Baca Juga: Jadi Lokasi Pembangunan Bendungan, Warga di Dua Dusun Takalar Jadi Miliarder

“Kita telah menetapkan bersama bahwa salah satu rekomendasi kebijakan Dewan SDA Nasional adalah terkait upaya penyusunan strategi, program, dan kegiatan pengurangan risiko banjir,” terangnya.

Dia pun menggarisbawahi bahwa Kementerian/Lembaga terkait perlu meningkatkan koordinasi dan integrasi penyelesaian berbagai isu. Hal ini perlu terus disinergikan dalam upaya debottlenecking yang dilaksanakan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).

Menko Perekonomian yang juga menjabat sebagai Ketua KPPIP menerangkan ada 201 proyek dan 10 program dalam PSN yang akan diselesaikan hingga tahun 2024, dengan nilai investasi lebih dari 4.817,7 triliun rupiah.

Pembangunan Bendungan Sukamahi yang merupakan PSN sesuai Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 diharapkan dapat diselesaikan pada tahun 2021 bersama 12 bendungan lainnya. Bendungan-bendungan tersebut tentu diharapkan dapat memberikan kontribusi besar terhadap penyediaan air bersih, pengendalian banjir, pembangkit listrik tenaga air, dan peningkatan irigasi pertanian untuk mendukung program ketahanan pangan dan food estate.

“Saat ini program food estate masih difokuskan di Provinsi Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara, namun di kemudian hari akan dikembangkan di provinsi lain setelah Perpres tentang Food Estate ditetapkan oleh Bapak Presiden,” ungkap Airlangga.

Menko Perekonomian mengingatkan bahwa Presiden Joko Widodo selalu memberi arahan untuk melaksanakan pembangunan yang efisien, berdampak besar untuk masyarakat, dan dapat meningkatkan daya ungkit perekonomian.

“Demikian pula dengan pembangunan Bendungan Sukamahi ini, saya harapkan dapat selesai dengan tepat waktu dan efisien, serta manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat secara optimal,” tegasnya.

Di penghujung sambutannya, Menko Airlangga menyampaikan terima kasih atas komitmen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta seluruh pihak terkait baik Kementerian/Lembaga lainnya, BUMN, swasta, dan masyarakat di sekitar bendungan yang terus berusaha mempercepat pembangunan Bendungan Sukamahi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini