Makin Kritis! Garuda Indonesia Cuma Operasikan 50 Pesawat, Keuangan Minus

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 10 Juni 2021 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 320 2422858 makin-kritis-garuda-indonesia-cuma-operasikan-50-pesawat-keuangan-minus-gCiK4JbI5J.jpg Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com/Garuda Indonesia)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk hanya mengoperasikan 50 pesawat saat ini. Minimnya operasional disebabkan terbatasnya cash flow perusahaan.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menyebut, ada sejumlah tindakan yang dilakukan pemegang saham saat ini. Misalnya penundaan pembayaran, pengembalian sejumlah armada kepada lessor.

Baca Juga: Manajemen Lakukan Berbagai Cara Selamatkan Garuda agar Tak seperti Merpati

Pemerintah pun tengah melakukan kajian bersama penasehat atau tim konsultan keuangan untuk membahas skema restrukturisasi dengan kreditur Garuda Indonesia.

"Saat ini beroperasi minimum sekitar 50-an pesawat, kita harus mengambil tindakan yang drastis, maka ini tinggal tunggu waktu karena cash flow terbatas, setiap bulan minus, kami sedang lakukan kajian dengan para advisor untuk mengambil tindakan dengan kreditur," ujar Tiko sapaan akrab Kartika dikutip, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga: Sedih! Tak Terlihat Beroperasi, Banyak Pesawat Garuda Dikembalikan

Dia memaparkan, selama ini manajemen juga sudah melakukan penundaan pembayaran baik ke lessor, maupun perusahaan pelat merah lain seperti PT Angkasa Pura.

Dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/6/2021), penundaan pembayaran juga dilakukan untuk tunjangan atau gaji karyawan Garuda. Dimana, gaji yang belum dibayar per 31 Desember 2020 sebesar USD23 juta atau sekitar Rp327,9 miliar.

Kemudian, adanya pergantian kode PK atau Indonesia menjadi VQ atau Bermuda. Artinya, pesawat yang disewa maskapai penerbangan nasional tersebut sudah dikembalikan kepada lessor atau perusahaan penyewa pesawat. Perkara itu karena Garuda Indonesia menunggak biaya leasing atau sewa guna usaha.

"Selama ini dilakukan penundaan pembayaran Garuda, sperti ke lessor, maupun BUMN lain termasuk Angkasa Pura, ditunda pembayaran, lessor-lessor ini meng-grounded pesawat ya, yang tdk dibayar leasingnya, call sign ganti karena di grounded oleh lessor," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini