5 Cara Cek Kebiasaan Hidup Boros, Hindari Ya agar Kantong Tetap Aman

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Minggu 13 Juni 2021 19:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 622 2423628 5-cara-cek-kebiasaan-hidup-boros-hindari-ya-agar-kantong-tetap-aman-GhNhqItOdS.jpg Mengelola Keuangan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Untuk membangun kekayaan dan mencapai kemandirian finansial, seseorang hanya perlu membelanjakan lebih sedikit daripada yang pendapatan yang dia peroleh. Ini adalah konsep yang mudah dipahami, tetapi banyak orang merasa sulit untuk melakukannya.

Jika merasa sulit untuk mengendalikan pengeluaran, seseorang mungkin perlu memeriksa akar dari masalah pengeluaran yang berlebihan. Ketika mengetahui faktor apa yang mendorong pengeluaran, dia bisa melawan dan menghematnya sehingga dapat membelanjakan lebih sedikit daripada yang dia peroleh.

Baca Juga: 6 Kesalahan Investasi dan Cara Menghindarinya 

Berikut beberapa cara untuk mengetahui akar masalah dari pengeluaran yang berlebih, dilansir dari The Balance, Minggu (13/6/2021).

1. Akses Mudah ke Situs Peminjaman

Bagi kebanyakan orang, ini adalah alasan terbesar untuk pengeluaran berlebihan. Orang-orang dibanjiri dengan informasi kartu kredit, hipotek, pinjaman mobil, atau bahkan fitur paylater setiap hari. Seringkali, cukup mengisi formulir atau melompat ke situs web mereka saja yang diperlukan untuk mendapatkan jalur kredit baru.

Meskipun orang memiliki akses ke kredit tambahan ini, masalah sebenarnya dimulai ketika dia membeli barang-barang di saat tidak memiliki uang tunai untuk membayarnya. Terlalu mudah untuk memikirkan pembayaran bulanan yang kecil daripada total harga pembelian.

Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan Pribadi dengan Gaji Kecil 

2. Semakin Mudah dalam Bertransaksi

Kebanyakan orang memiliki akses ke rekening bank mereka 24 jam sehari, melalui mobile banking. Hal ini bisa berbahaya. Ketika orang harus mengandalkan uang tunai yang cukup, untuk bisa membelanjakan uang dia harus melakukan sedikit perencanaan dan beberapa perhitungan sederhana.

Sekarang, yang harus orang lakukan adalah menggesek kartu debit, kartu kredit dan transaksi elektronik dari rekening. Ketika menyerahkan uang non-fisik untuk pembelian, orang mungkin merasa seolah-olah tidak menghabiskan uang sama sekali. Maka coba gunakan uang tunai untuk mengendalikan pengeluaran.


3. Penyalahgunaan Kartu Kredit

Kartu kredit bisa menjadi alat yang hebat bila digunakan dengan benar. Pada hari-hari awal, kartu-kartu ini biasanya mengharuskan orang membayar saldo secara penuh setiap bulan. Ini berguna karena dia dapat bertransaksi tanpa uang tunai dan kemudian membayar semuanya di akhir bulan.

Secara efektif, ini adalah pinjaman jangka pendek tanpa bunga. Masalahnya adalah ketika orang mulai membiarkan saldo terbawa dari bulan ke bulan. Ketika di akhir bulan dia tidak mampu membayar jumlah penuh, hal tersebut adalah saat-saat di mana suku bunga tinggi mulai menyakiti.

4. Mudah Menyerah pada Godaan

Semua orang suka bersenang-senang, tetapi seseorang harus memastikan kepentingan finansial adalah hal yang utama. Kita semua perlu menikmati hidup, tetapi penting untuk mengetahui kapan harus berhenti.

Sangat mudah untuk pergi makan atau menonton film dengan kartu kredit, namun waspada dengan efek jangka panjangnya. Jangan sia-siakan masa depan keuangan untuk beberapa kesenangan yang tidak sesuai anggaran.

 

5. Menghabiskan Uang untuk Self-Reward

Membeli sesuatu untuk diri sendiri terasa menyenangkan. Baik itu sepasang sepatu baru, video game, atau bahkan buku yang bagus. Sama sekali tidak ada yang salah dengan ini, selama tidak berlebihan. Di sinilah orang dapat memulai untuk menyisihkan sedikit uang dalam anggaran.

Sisihkan beberapa uang dari pendapatan dan simpan untuk saat-saat seperti ini. Orang akan merasa senang dengan pembelian, baik itu dengan uang tunai atau kartu kredit, tetapi dia pasti merasa lebih baik ketika tidak perlu menghabiskan beberapa tahun ke depan untuk mencoba melunasinya dengan bunga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini