5 Fakta Waspada Hoaks BLT UMKM

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 13 Juni 2021 05:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 12 320 2424098 5-fakta-waspada-hoaks-blt-umkm-9GHWbU0Md0.jpg Uang Rupiah (Foto: Okezone.com)

3. BLT UMKM Hingga 2022 Dengan Golongan Prioritas

Kementerian Koperasi dan UKM siap menyalurkan kembali BLT UMKM atau banpres produktif hingga 2022. Dalam keterangan resminya melalui Instagram Kemenkop UKM @kemenkopukm, bantuan dana tersebut akan diprioritaskan untuk beberapa kategori penerima. Pertama, pelaku usaha yang berada di daerah afirmatif, seperti daerah yang terdampak bencana, tertinggal, dan perbatasan.

Selanjutnya, pelaku usaha yang termasuk ke dalam kelompok penyandang disabilitas. Terakhir, pelaku usaha yang memenuhi amanat Inpres, seperti percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat, daerah pariwisata super prioritas (DPSP), sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan.

4. Langkah Langkah Mendapatkan BLT UMKM

Ada beberapa prosedur yang harus dilalui bagi yang membutuhkan BLT UMKM, berikut tahapannya;

1. Tahap pengajuan proposal dengan dukungan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten/Kota.

2. Tahap verifikasi calon penerima bantuan wirausaha serta kelengkapan administrasi dilakukan oleh Dinas terkait Koperasi dan UKM Kabupaten/Kota.

3. Proposal harus mendapatkan rekomendasi oleh Dinas Koperasi dan UKM kab/kota dan surat dukungan atau pengantar dari Dinas Provinsi atau DI.

Tapi untuk informasi lebih lengkap mengenai petunjuk pelaksanaan program bantuan dana bagi wirausaha, dapat mengakses di www.kemenkopukm.go.id.

5. Basis Data Penerima Harus Dibenahi

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung meminta pelaksanaan Banpres harus betul-betul bisa dimanfaatkan ole KemenKopUKM untuk menyusun basis data

Jadi selama ini, lanjut dia, basis data UMKM itu tidak rata tersebar di berbagai kementerian, sehingga ketika menyusun kebijakan, tidak bisa mendesain dengan tepat akhirnya.

"Kalau tanpa data itu, kita akhirnya cuma bisa kira-kira. Nah jadi sudah diwanti-wanti juga dari tahun lalu agar difokuskan pada basis data," ungkap Martin beberapa waktu lalu.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini