Mensos Risma Ungkap Dugaan Penyelewangan Dana Bansos

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 29 Juni 2021 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 320 2432665 mensos-risma-ungkap-dugaan-penyelewangan-dana-bansos-Ebg4mbHwWJ.jpg Mensos Ungkap Penyelewengan Dana PKH. (Foto: Okezone.com/Avirista)

MALANG – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menemukan dugaan penyelewangan dana Program Keluarga Harapan (PKH) hingga ratusan juta di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Dana PKH ini diselewengkan oleh salah seorang pendamping PKH yang sebelumnya terdeteksi oleh dari laporan dari masyarakat sejak 5 tahun terakhir.

Mensos Tri Rismaharini mendapatkan laporan hingga akhirnya menugaskan stafnya untuk mengusut. Saat pengusutan inilah ditemukan fakta adanya penyelewengan dana bantuan PKH oleh seorang oknum pendamping sejak 5 tahun terakhir ini. Alhasil, hampir 5 tahun terakhir ini para penerima bantuan PKH yang sudah terdaftar, sama sekali tidak menerima bantuan.

Baca Juga: BLT UMKM Rp1,2 Juta Cair Lagi, Buruan Cek Rekening

Mereka pun langsung diberikan bantuan oleh Mensos Tri Rismaharini pada Senin siang (29/6/2021) di Balai Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Tampak raut wajah bahagia dan haru dari para penerima bantuan PKH yang akhirnya merasakan bantuan PKH setelah 5 tahun lamanya, hanya terdata namun tak menerima bantuan sama sekali.

“Tolong ini dipakai sendiri ya bu, jangan dikasihkan pinnya ke orang lain, kalau tidak bisa minta tolong ke Pak Lurah. Dimanfaatkan PKH-nya dengan sebaik – baiknya ya bu,” ucap Risma ke salah seorang perempuan difabel penerima bantuan PKH.

Baca Juga: Juni 2021, Bansos Tunai Rp600.000 Cair

Mantan Wali Kota Surabaya ini begitu menghela napas panjang melihat lima warga mulai dari kaum difabel dan tak mampu ini, akhirnya menerima bantuan PKH setelah selama 5 tahun hanya terdaftar, tapi tidak pernah diterima langsung oleh para penerima.

“Ini bukan baru, bapak ibu ini sebetulnya penerima sejak lama. Sejak 5 tahun yang lalu, namun karena disalahgunakan seseorang pendamping, sehingga bapak ibu ini baru menerima setelah 5 tahun baru inilah mereka terima,” ucap Risma.

Dirinya berterima kasih kepada kepolisian dari Bareskrim Mabes Polri dan Polres Malang yang bersinergi menemukan adanya dugaan penyelewengan yang dilakukan oleh oknum pendamping desa tersebut. Ia menjelaskan bila kasus ini hingga kini masih diusut oleh kepolisian dari Polres Malang dan Bareskrim Mabes Polri.

Mengingat dari temuan yang ada tidak hanya di Kabupaten Malang, tapi ada sejumlah wilayah di Indonesia yang terdeteksi ada penyelewangan di tingkat pendamping.

“Saya terimakasih polres malang dan Bareskrim. Saya berharap tidak ada lagi seperti kejadian ini, ini masih diusut yang lain oleh Polres Malang, dan di daerah lain juga,” tutur Risma.

Perempuan kelahiran Kediri ini memperingatkan para pendamping PKH agar tak menyalahgunakan wewenangnya, dengan menggelapkan uang bantuan yang harusnya diterima oleh para penerima PKH.

“Saya berharap tidak ada lagi seperti kejadian ini coba semua para pendamping lihat, apakah kita tega mereka benar – benar orang yang sangat membutuhkan. Saya tidak main – main, saya akan lakukan terus menerus upaya – upaya ini,” tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini